Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Dadung Minta Sekolah Sosialisasikan SPP Gratis dengan Tepat
    Dadang Kurniawan

    Dadung Minta Sekolah Sosialisasikan SPP Gratis dengan Tepat

    JuaraNews, Bandung – Ketua Komisi V DPRD Jabar Dadang Kurniawan meminta pihak sekolah melakukan sosialisasi SPP gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB secara tepat dan benar. Hal ini dimaksudkan Dadang agar tak terjadi kesalahpahaman bagi orang tua siswa.

     

    Dana SPP yang diberikan Pemprov Jabar diakui dadung masih jauh dari kebutuhan operasional sekolah. Untuk itu, pembicaraan dengan pihak orang tua bisa dilakukan sekolah untuk memberi pemahaman.

     

    “Terkait SPP gratis ini harus diberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa tidak semuanya gratis. Tidak semua tanpa bayar. Terutama SMK, itu sangat berat. Dengan sumbangan dari provinsi, nilainya masih jauh dari kebutuhan sekolah. Untuk satu tahun itu, tiap siswa SMA biayanya Rp 4.500.000,00 sementara SMK Rp 5.500.000,00.  Sementara bantuan dari pemerintah hanya Rp 1.700.000 tiap siswa. Ini masih jadi kendala. Maka dari itu, sekolah harus bisa berinovasi. Bicara dengan orangtua murid, untuk membuat konsep akan hal ini,” kata Dadang kepada wartawan di Bandung, Sabtu (27/6/2020).

     

    Anggota DPRD yang kerap dipanggil Dadung ini meminta sekolah membicarakan hal ini dengan konsep bukan iuran bersama orang tua siswa. “Konsepnya jangan iuran. Biarkan orangtua murid yang tentukan. Mungkin bentuknya bisa sumbangan. Tetapi nilainya tidak boleh sama. Kalau sama, ya komitmen namanya. Harus disesuaikan dengan kemampuan,” katanya.

     

    Dadang menjelaskan, persoalan ini harus segera disosialisasikan oleh pihak sekolah karena sekarang dalam PPDB hal ini jadi isu hangat.  Ia berharap pula pihak sekolah tidak salah langkah dalam menetapkan aturan terkait permintaan bantuan sumbangan kepada orangtua siswa.

     

    “Jangan  juga sampai ada sanksi. Kalau ada orangtua yang tidak bayar. Seperti ijazah ditahan atau tidak boleh ikut ulangan. Sebab yang namanya sumbangan, waktu tidak dibatasi,” pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yod Mintaraga: Aparat Hukum Bisa Dilibatkan dalam Musyawarah Komite Sekolah
    Bakal Jadi Model ideal Pendidikan Nasional, Perda Penting untuk Perkuat Peran Pesantren
    Edi Rusyandi Berikan APD Kepada Puskesmas di KBB
    Edi Rusyandi Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren Tradisional
    Reses, Kusnadi Banyak Terima Keluhan Infastruktur
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads