Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Persiapan IPSI untuk PON XX di Papua Tetap Berjalan dengan Protokol Kesehatan

    Persiapan IPSI untuk PON XX di Papua Tetap Berjalan dengan Protokol Kesehatan

    JuaraNews, Bandung –  Anggota DPRD Jabar yang juga Ketua IPSI (Ikatan Pencasilat Seluruh Indonesia) Jawa Barat H Phinera Wijaya SE mengatakan, Pelatda dalam rangka Skenario optimis peningkatan prestasi atlit Pencak Silat  tetap akan berjalan.  Persiapan pesta PON ke XX di Papua tetap harus dilaksanakan dengan berpegang pada protokol kesehatan.

     

    “Walaupun dalam masa Covid-19 yang belum usai namun skenario optimis yang dibuat sedemikian rupa harus kita jalankan, dengan metode pelatihan yang berpedoman pada kesehatan dan peningkatan prestasi atlit,” ujar Phinera Wijaya, pada rapat terbatas yang juga dihadiri Sekretaris Yoyo Yahya dan Bendahara Umum Ir Yusuf Munawar MM di Sekretariat Jalan Rebana Kota bandung Senin (22/06/2020 ).

     

    Pada tahapan  kritis, kata Phinera, dalam agenda acara yang melibatkan kerumunan orang atau peserta protokolnya harus betul-betul bisa diterapkan. Protokol kesehatan ini dilakukan mengingat tidak adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

     

    Dengan menerapkan protokol kesehatan, diharapkan pelaksanaan Pelatda tetap bisa berjalan dengan aman dan nyaman. “Kalau masalah Penyelenggaraan PON XX di Papua kita sudah tahu ada penundaan, namun apakah di tahun 2021 ada yang bisa menjamin Covid ini akan selesai? Tidak, belum ada yang bisa menjamin satupun, bisa menjadi up and down,” katanya.

     

    Diakui Kang Icak, panggilan akrab Ketua IPSI Jawa Barat ini,  jika merujuk pada negara-negara di dunia, memang ada beberapa yang menjadwalkan ulang atau menunda event kejuaraan di berbagai bidang olah raga mereka. Tapi ada juga negara yang tetap melaksanakan agenda multievent Olah raganya, seperti Korea dan Prancis.

     

    “Yang kedua beberapa negara lain di 30 negara setidaknya men-schedule ulang, jalan terus dan Ada juga yang ditunda tapi tundanya tunda bulan, kita seharusnya menunda bulan juga, november menjadi Desember,” jelasnya.

     

    Disadarinya, kualitas prestasi dalam pelaksanaan event olah raga di Indonesia akan tercermin dari tingkat partisipasi masyarakat dalam Penyelenggaraannya. Oleh karena itu, negara perlu menjamin tersalurkannya apresiasi dan partisipasi masyarakat termasuk dalam keadaan pandemi, tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

     

    Hidayat Wiratmaja

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Legislator : Covid-19 Masih ada Ayo Perangi Bersama-sama
    Warga Sukaresik Keluhkan soal Banjir Luapan Sungai Citanduy kepada Yod Mintaraga
    Reses, Yod Mintaraga Bagikan Ribuan Masker kepada Kader dan Pengurus Partai Golkar
    Legislator: Pentingnya Edukasi tentang Protokol Kesehatan di masa Pendemi Covid-19
    Abdul Rozaq: AKB bukan Berarti Bebas dari Penularan Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads