Hot News


Inspirasi


    Gubernur Ridwan Kamil Ajak Arsitek Aktif Sumbang Ide pada Pemerintah

    • Selasa, 20 Oktober 2020 | 21:35:00 WIB
    • 0 Komentar


    Gubernur Ridwan Kamil Ajak Arsitek Aktif Sumbang Ide pada Pemerintah
    Emil saat webinar 70 Tahun Pendidikan Arsitektur (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga arsitek asal Bandung mengatakan, arsitek harus memiliki peran aktif dalam memberikan ide dan gagasan secara ilmiah kepada pemerintah.

     

    Ide atau gagasan itu, menurut Emil, bisa membantu pemerintah dalam membangun Jabar lewat berbagai proyek strategis. Asalkan, usulan yang disampaikan logis dan memberikan solusi nyata.

     

    “Pendidikan arsitektur membekali saya satu hal, (yakni) dengan pendidikan arsitektur kita bisa memberikan solusi jika ada sebuah problem statement dengan hasil kerja yang paling realistis,” kata Emil dalam web seminar ‘70 Tahun Pendidikan Arsitektur Indonesia: Arsitektur Untuk Kebaikan Bersama’ melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1 Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

     

    Emil pun memaparkan proses kerja dalam lingkup pemerintahan yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu top-down dan bottom-up. Untuk proses kerja top down, kata Emil, sebuah proyek lahir sesuai karakter pemimpin.

     

    “Apabila pemimpinnya berpikir secara sosial ekonomi, (maka) seperti apa yang sedang saya kerjakan, yaitu merevitalisasi alun-alun di setiap kabupaten/kota di Jabar,” ujar Emil.

     

    Terkait proses kerja bottom-up, menurutnya, dalam proses inilah para arsitek bisa ikut terlibat dalam sebuah proses pengerjaan proyek pembangunan dengan duduk bersama memikirkan ide dan gagasan.

     

    “Karena sebenarnya mengenai dunia arsitektur, tidak semua pemerintah itu tahu apa yang harus dikerjakan. Di sinilah peran para arsitek dinantikan untuk memberikan ide-ide dan gagasan yang segar untuk diadopsi oleh pemerintah,” kata Emil.

     

    “Mudah-mudahan sketsa dari saya tersebut bisa dipahami oleh para arsitek di Indonesia. Jangan sampai jadi arsitek yang pasif, karena saya sebagai pemimpin itu sangat membutuhkan masukan untuk menciptakan suatu inovasi pembangunan di berbagai bidang," tambahnya.

     

    Selain itu, dalam web seminar tersebut, Emil meminta para arsitek untuk melahirkan ruang arsitektur tidak hanya berupa ruang formal, tapi juga ruang nonformal untuk menghadirkan sebuah ruang publik yang meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

     

    “Karena buat apa hidup kalau tidak melahirkan sebuah kebaikan dalam sebuah perubahan yang membawa positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya mengakhiri. (*)

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    3 ‘Kabupaten Pilkada’ Zona Merah, Pemprov Jabar Perketat Pengawasan
    Akibat Wabah Covid-19, Pemprov Jabar Ubah arah RPJMD
    Disparbud Jabar akan Lakukan Tes Covid-19 Bagi Pelaku Industri Pariwisata
    PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang Hingga 23 Desember 2020
    Wagub Jabar Apresiasi Ekspor di Tengah Pandemi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads