Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Selenggarakan KBM Tatap Muka, Pemprov Jabar Ekstra Hati-hati
    (humas jabar) Pemprov ekstra hati-hati dalam KBM tatap.

    Selenggarakan KBM Tatap Muka, Pemprov Jabar Ekstra Hati-hati

    JuaraNews, Sukabumi  – Pemprov Jabar sangat berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka SMA/SMK di Kota Sukabumi yang telah dinyatakan zona hijau Covid-19.

     

    Kehatian-hatian diperlukan untuk meminimalisasi risiko penularan virus di sekolah.

     

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi, Jum’at (3/7/20) meninjau kesiapan KBM tatap muka langsung di SMAN 4 Sukabumi, Jalan Ir H Juanda No 8. Menurut Dedi, SMA/SMK di Kota Sukabumi menjadi pilot project KBM di sekolah yang daerahnya sudah dinyatakan zona hijau Covid-19.

     

    "Sekolah di Sukabumi jadi piloting yang melakukan KBM di sekolah," kata Dedi.

     

    Namun KBM tatap muka tidak dilakukan di semua sekolah melainkan hanya di sekolah yang memang sudah siap dengan protokol kesehatan serta sarana dan prasarana. Kemudian sekolah yang diizinkan menggelar KBM di kelas hanya yang mayoritas siswanya memang berasal dari Kota Sukabumi.

     

    Jika sekolahnya ternyata sebagian besar dari luar Kota Sukabumi, misalnya Kabupaten Sukabumi yang masih zona biru, maka tetap tidak diizinkan. 

     

    Berdasarkan tinjauannya, dari total 39 SMA dan SMK yang terdiri ayas 9 berstatus sekolah negeri dan 30 sekolah swasta tidak semua akan memulai KBM di sekolah.

     

    "Hari ini akan dirapatkan, sekolah-sekolah mana saja yang bisa memulai KBM, dan nanti tim gugus tugas Covid-19 tingkat Kota akan melakukan cek atas kesiapan sekolah,” ujarnya.

     

    Secara teknis akan ada pembagian waktu KBM di sekolah untuk tetap menjaga jarak. Pembelajaran diatur sedemian rupa sehingga hanya ada 18 orang per kelas serta diberlakukan pembagian jadwal per pekan.

     

    "Misalnya minggu ini kelas X, minggu selanjutnya kelas XI, kemudian kelas XII," tegas Dedi.

     

    Disdik Jabar melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah  V telah menyiapkan Tim Satgas Pembukaan Sekolah untuk mengawasi pelaksanaan KBM di sekolah. Satgas tersebut diisi para pengawas sekolah.

     

    "Kami akan melakukan pengecekan berkali-kali karena kami sangat memperhitungkan risikonya. Semua instrumen check list-nya sudah kami siapkan dan akan dilakukan oleh pengawas," kata Kepala Kacadisdikwil V Nonong Winarni.

     

    Dalam bekerja, Satgas dibantu aparat dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Saat ini  Satgas dan Disdik Kota Sukabumi masih berkoordinasi  untuk menetapkan sekolah mana saja yang akan memulai pembelajaran di sekolah. "Pekan ini kita cek semuanya," ucapnya.

     

    Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menegaskan, sekolah yang bisa memulai pembelajaran di sekolah hanya sekolah yang dapat memenuhi protokol kesehatan. "Istilahnya 'dapat', bukan 'harus'," ujar Achmad Fahmi.

     

    Saat ini, antara Disdik Jabar dan Disdik Kota Sukabumi masih membahas teknis persiapan pembukaan sekolah di Kota Sukabumi. "Nanti akan ada hasilnya berapa sekolah yang dibuka," ujarnya. (*)

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota: Penerima Bantuan Manfaatkan untuk Kebutuhan Primer
    Selama Pandemi Covid-19, Konsumsi Jamu di Indonesia Meningkat
    Partai Golkar Resmi Usung Iwan Saputra-Iip Miftahul Faoz di Pilkada Tasikmalaya
    Tunjang Kuota Internet Gratis untuk Siswa SMA, Disdik Jabar Siapkan Sim Card
    Sejuk Hadir Bantu Pulihkan Ekonomi UMKM
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads