Pemprov Jabar Ingin Intensifkan Rapid Test, Tapi Masih Kekurangan Alat - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pemprov Jabar Ingin Intensifkan Rapid Test, Tapi Masih Kekurangan Alat

    Pemprov Jabar Ingin Intensifkan Rapid Test, Tapi Masih Kekurangan Alat

    JuaraNews, Bandung – Pemprov  Jabar akan terus mengintensifkan rapid test di kabupaten/kota yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

     

    Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani.

     

    Menurut Berli,  rapid test masih berlangsung di lima wilayah Bodebek yang sudah menerapkan PSBB sejak tanggal 15 April - 28 Mei 2020,  dan juga di lima wilayah Bandung Raya yang akan menerapkan PSBB sejak Rabu,  22 April 2020 hingga 14 hari ke depan.

     

    Menurut Berli,  targetnya adalah 0,6% populasi di wilayah yang sedang menerapkan PSBB. Sehingga,  target jumlah warga Jabar yang akan di tes cepat ini akan terus bertambah,  melampaui angka 71.451 pertanggal 20 April 2020.

     

    Hanya saja,  Berli mengakui masih terdapat kendala dalam upaya menggelar rapid test di kota kabupaten yang menerapkan PSBB.

     

    "Kita masih kekurangan alat untuk melakukan rapid test. Belum datang semua," ungkapnya. Ditambahkan Berli,  persediaan alat untuk rapid test yang tersedia di Provinsi Jawa Barat sudah semakin menipis.

     

    Hingga saat ini,  menurut Berli,  sebanyak 96.000 alat rapid test sudah disebarkan ke 27 kabupaten /kota di Jawa Barat.

     

    Terkait potensi penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Jabar seiring dengan digelarnya tes cepat, menurut Berli, tenaga kesehatan yang ada di  Jabar sudah siap mengantisipasi lonjakan jumlah kasus positif COVID-19.

     

    "Hanya saja,  para tenaga kesehatan ini masih perlu dilengkapi APD yang sesuai standar WHO,  sehingga merekapun terlindungi dari potensi terpapar virus, saat menangani mereka yang positif COVID-19," tuturnya.

     

    Ditambahkan Berli,  kurangnya APD standar yang digunakan para nakes saat penanganan COVID-19,  juga menjadi prioritas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, untuk segera dilengkapi ketersediaannya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Jabar Perketat Pengawasan Melalui Mobile COVID-19 Test
    Aktivitas Masjid pada New Normal Hanya di Zona Biru
    10 Provinsi tak Laporkan Adanya Penambahan Covid-19
    Pemerintah Ijinkan 102 Zona Hijau Kembali Produktif, Jawa Barat tak Termasuk
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads