free hit counter code Prabowo: Swasembada Pangan Paling Lambat Awal 2026 - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter

Hot News


Jabar Istimewa


Opini


    Prabowo: Swasembada Pangan Paling Lambat Awal 2026
    Foto:Setneg.id Presiden Prabowo Subianto

    Prabowo: Swasembada Pangan Paling Lambat Awal 2026

    • Kamis, 23 Januari 2025 | 09:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews Bandung  - Presiden Prabowo Subianto mengatakan swasembada Pangan di Indonesia dapat tercapai lebih cepat yaitu  akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.

     

    Presiden Prabowo pun menuturkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia tidak akan mengimpor sejumlah komoditas pangan, seperti beras, jagung, maupun garam. Hal tersebut dikarenakan pemerintah saat ini fokus percepatan swasembada pangan.

     

    “Saya terima kasih kepada jajaran menteri-menteri yang telah melaporkan kepada saya, tahun 2025 ini kita tidak akan impor beras lagi, tidak akan impor jagung lagi, kita tidak akan impor garam lagi,” katanya.

     

    Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bersama para Menteri Kabinet Merah Putih yang digelar di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (22/1/2025).

     

    Artinya target yang berikan kepada Kabinet bahwa Indonesia harus Swasembada Pangan dalam waktu 4 tahun. Target tersebut bisa  dicapai akhir 2025 paling lambat awal tahun 2026.

     

    "Jadi mungkin tiga tahun lebih cepat dari sasaran yang kita tetapkan. Artinya bahwa dengan niat baik, dengan kerja keras, dengan orientasi kepada negara dan bangsa, kebijakan yang masuk akal akan membuahkan hasil yang cepat," ujar Presiden dikutip dari Setneg.id Kamis (23/1/2025).

     

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya terobosan teknologi dalam anggaran, yang meliputi investasi dalam sumber daya manusia, pendidikan, serta sains dan teknologi. Presiden juga menegaskan bahwa anggaran untuk hal-hal yang bersifat seremonial atau upacara, seperti perayaan ulang tahun atau perjalanan dinas, akan dipotong.

     

    “Perayaan sejarah, perayaan ulang tahun laksanakan secara sederhana di kantor, di ruangan, kalau perlu yang hadir hanya 15 orang sisanya di vidcon-kan. Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah, dengan setengah kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih, kalau kita hitung Rp20 triliun berapa puluh ribu gedung sekolah bisa kita perbaiki,” tegas Presiden.

     

    Presiden pun menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan loyalitas dalam hal penyusunan anggaran. Menurut Presiden, saat ini pemeriksaan anggaran telah berjalan dengan tingkat ketelitian yang cukup baik.

     

    “Saya minta loyalitas semua menteri, semua kepala badan untuk patuh dalam hal ini. Dan saya terima kasih kepada tim keuangan yang telah menjalankan penyisiran kajian terhadap anggaran sampai serinci-rincinya. Kalau tidak salah mungkin sampai satuan kesembilan,” ucap Presiden. (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Prabowo: Swasembada Pangan Paling Lambat Awal 2026
    Pj Gubernur & Dedi Mulyadi Selaraskan Pembangunan
    Dedi Mulyadi Dilantik Jadi Gubernur 6 Februari
    Ide Trump Relokasi Warga Gaza: Perangkap Kolonial
    Kepala Daerah Tak Sengketa MK Dilantik 6 Februari

    Editorial



      sponsored links