Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Yod Mintaraga: Karena Pandemi Covid-19, APBD 2022 Belum Menggembirakan

    • Rabu, 24 November 2021 | 12:35:00 WIB
    • 0 Komentar


    Yod Mintaraga: Karena Pandemi Covid-19, APBD 2022 Belum Menggembirakan

     

    JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Jawa Barat H. Yod Mintaraga mengatakan, struktur APBD tahun 2022 masih belum menggembirakan. Selain jauh lebih menurun dari tahun 2021 dan 2022, pendapatan APBD tahun 2022 dinilai masih belum stabil.

     

    “Semua sektor menurun.Volume APBD pun mengalami penurunan. Biasya volume APBD kita Rp 41 triliun, sekarang menjadi Rp 41 triliun,” kata Yod Mintaraga, dalam prodcas bersama Hilmi Paramudya, belum lama ini.

     

    Menurutnya, akibat pandemic Covid-19, pendapatan APBD menjadi belum stabil. Dalam merencaakan APBD, katanya, Pemprov Jabar dan DPRD tak berani mengambil resiko karena masih mengalami krisis akibat Covid-19. “Kita bisa saja membuat perencanaan pendapatan yang lebih tinggil, namun ita lebih realistis dan menghindari resiko-resiko yang mungkin terjadi akibat pandemic Covid-19 yang belum berakhir. Jadinya APBD kita susun dengan kondisi yang belum menggembirakan, “ katanya.

     

    Tak hanya itu, kata Yod, struktur APBD pun saat ini mengalami perubahan. Volume anggaran turun juga karena dana bos saat ini tak masuk ke APBD provinsi, namun langsung masuk ke sekolah-sekolah.

     

    Yod mengatakan, turunnya volume APBD Jawa Barat tak lepas dari peran pandemic Covid-19 yang berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi. Ia berharap, Covid-19 segera teratasi dan ekonomi mengalami pemulihan.

     

    Saat ini, katanya, kondisi BOR atau okupansi keterisian tempat tidur di rumah sakit terus menurun. Diharapkan penurunan BOR ini terus berlangsung dan Covid-19 segera hilang dari bumi Indonesia.  “Sekarang tingkat keterisian rumah sakit atau BOR sebesar 2,7 persen.  Jauh lebih kecil di saat terjadi lonjakan Covid-19, yang mencapai angka  9,7 ersen. Mudah-mudahan terus menurun, agar perekonomian segera pulih,” katanya.  (*)

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yosa Dorong Pengembangan Desa Digital di Jawa Barat
    Yosa Sambut Baik Pernyataan Pers AHY Soal Penolakan PTUN Atas Gugatan Moeldoko
    Yosa Terima Audensi Pansus Perda Sampah DPRD Kabupaten Bandung
    Hari Guru Nasional, Anggota DPRD Jabar  ini Minta Pemerintah Perhatikan Guru Honorer
    Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga Toto Purwanto Sandi Imbau Masyarakat Tak Abai Prokes
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads