Kota Bogor Masih Zona Merah, Wali Kota Bima Arya Sibuk Buat Kebijakan Ketat

  • Selasa, 9 Februari 2021 | 02:12:00 WIB
  • 0 Komentar


Kota Bogor Masih Zona Merah, Wali Kota Bima Arya Sibuk Buat Kebijakan Ketat

 

JuaraNews, Bandung – Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kini Jabar hanya memiliki satu daerah zona merah Covid-19, yakni Kota Bogor. Ini adalah kali pertama sejak kasus Covid-19 mencapai puncaknya di Jabar dalam 11 bulan terakhir.

 

Sementara tujuh daerah lain yang asalnya zona merah kini telah beranjak ke zona oranye atau risiko sedang. Ketujuh daerah yang mengalami perbaikan yakni Kabupaten Bogor, Garut, Ciamis, Indramayu, Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon. Ketujuh daerah ini bergabung bersama 15 daerah lain yang tetap di zona oranye, salah satunya daerah di kawasan Bandung Raya.

 

Sementara zona hijau atau risiko rendah yang tadinya hanya satu yakni Kabupaten Majalengka, bertambah tiga masing- masing Kabupaten Sumedang, Subang, dan Kabupaten Sukabumi. 

 

"Untuk pertama kalinya zona merah tinggal satu yaitu Kota Bogor. Pak (Wali Kota Bogor) Bima Arya sekarang sedang bergelut dengan kebijakan-kebijakan pengetatan," ujar Ridwan Kamil saat konferensi pers di Makodam III'Siliwangi, Kota Bandung, Senin (8/2/2021).

 

Ridwan Kamil merasa lega karena Kabupaten Karawang yang selama 7 pekan terjerembab di zona merah, kini sudah ada di zona oranye. Aktivitas 'ngantornya' di Karawang beberapa waktu lalu membuahkan hasil.

 

"Dan sesuai prediksi kedatangan kami ke Karawang minggu kemarin untuk melakukan perbaikan-perbaikan, akhirnya minggu ini kondisinya membaik ke zona oranye setelah tujuh minggu berturut-turut di zona merah," ujarnya.

 

Selain perbaikan dalam zonasi, tingkat kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan juga terus membaik. Menurut Gubernur, pekan ini tingkat kepatuhan memakai masker sebesar 85,4 persen dan menjaga jarak 83,8 persen.

 

Rangking tingkat kepatuhan tertinggi memakai masker minggu ini adalah Kabupaten Bandung dan terendah Kabupaten Pangandaran. "Untuk rangking pertama kepatuhan menjaga jarak yaitu masih Kabupaten Bandung dan yang paling rendah Kabupaten Garut," sebut Emil.

 

Perbaikan penanganan Covid-19 berbanding lurus dengan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate BOR) di rumah sakit. Gubernur menyebutkan, periode sebelumnya BOR Jabar ada di angka 80 persen kini di angka 63 persen.

 

Cakupan vaksinasi untuk tenaga kesehatan menunjukkan kinerja bagus di delapan daerah sudah di atas 60 persen dengan cakupan paling tinggi Kota Bandung 97,9 persen. Disusul Kota Cimahi 84 persen, Kota Depok (73,1 persen), Kabupaten Bandung (67,4 persen), Kabupaten Indramayu (65,4 persen), Kota Bekasi (63,7 persen), Koyta Bogor (61,8 persen), dan Kabupaten Ciamis (61,8 persen).

 

Sementara 19 daerah cakupan vaksinasinya masih di bawah 60 persen dan masih terus digenjot. Hingga saat ini jumlah nakes yang telah divaksin di Jabar ada 115.876 orang (60,4 persen) untuk dosis pertama, dan dosis kedua 15.973 orang (8,3 persen). Total akes yang jadi sasaran 191.746 orang.  

 

Gubernur menargetkan vaksinasi untu tenaga kesehatan akan selesai seluruhnya dalam tujuh hari mendatang. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, minggu ketiga Februari 2021 vaksin akan mulai diberikan kepada profesi non nakes dan masyarakat umum.

 

"Kami harapkan dalam tujuh hari ke depan daerah-daerah yang di bawah persentase (60 persen) untuk meningkatkan proses vaksinasi lebih cepat. Karena arahan presiden minggu ketiga bulan Februari profesi nonnakes dan masyarakat umum di antaranya pedagang pasar sudah akan disuntik vaksin dosis pertama," ungkapnya. (*)

ude

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Kampung Tangguh Jaya Dinilai Mampu Tekan Laju Penularan Covid-19 di Bodebek
Tinjau Lokasi Pengungsian di Subang, PPLIPI Jabar Serahkan 100 Paket Sembako
Duit Pajak Digondol Koruptor di Kemenkeu, Anggota DPR Ini Geram
Kembangkan Teknologi Biogro, Balai Mektan Berhasil Tingkatkan Produksi Padi Hampir 100 %
Cukai Rokok Dinaikkan, Komisi XI: Pemerintah Juga Harus Beri Insentif Bagi Petani Tembakau
Berita Terdahulu

Editorial


    Pos Indonesia kanan

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads