Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Boleh Angkut Penumpang, Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Tunggu Komitmen Aplikator Ojol
    (humas kota bandung) Yana Mulyana (tengah)

    Boleh Angkut Penumpang, Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Tunggu Komitmen Aplikator Ojol

    JuaraNews, Bandung – Sejak pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), angkutan penumpang berbasis sepeda motor di Kota Bandung sudah diperbolehkan membawa penumpang.

     

    Namun khusus untuk ojek online (ojol), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung masih menunggu pemenuhan syarat dan komitmen perusahaan penyedia aplikasi atau aplikator.

     

    Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Yana Mulyana menuturkan, di masa AKB ini baik ojol maupun ojek pangkalan sudah diberikan relaksasi. Hanya saja, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dalam rangka penerapan standarisasi protokol kesehatan.

     

    “Sebetulnya Pak Wali atau pemerintah kota sudah mengizinkan selama ada pernyataan komitmen dari mereka,” ucap Yana seusai Rapat Terbatas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung terkait Evaluasi Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

     

    Yana menuturkan, penyedia aplikasi ojol sudah bertemu dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung. Aplikator juga telah mempresentasikan upaya penerapan standar protokol kesehatan.

     

    Untuk itu, Yana menyebutkan saat ini pihaknya tinggal menunggu perusahaan penyedia aplikasi datang kembali, untuk menyatakan komitmennya secara tertulis guna menjaga standarisasi protokol kesehatan.

     

    “Utamanya, motor ada sekat dan penumpang harus bawa helm sendiri. Pada dasarnya tergantung kesiapan temen-temen (aplikator) juga. Kalau sudah siap tinggal mengajukan ke gugus tugas,” ujarnya.

     

    Hal senada juga diutarakan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan. Dia mendorong agar perusahaan penyedia aplikasi bisa segera membuat pernyataan kesiapan untuk menerapkan standar protokol kesehatan. Khususnya untuk angkutan roda dua agar bisa kembali mengangkut penumpang.

     

    “Pihak aplikator tinggal kembali menghadap membawa surat kesiapan untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujar Tedy.

     

    Menurut Tedy, mengenai persyaratan rapid test tidaklah diwajibkan. Hanya, harus ada komitmen dari perusahaan penyedia aplikasi yang siap ikut menjaga keamanan penumpangnya.

     

    “Tadi di pembahasan, rapid test tidak disyaratkan lagi. Tinggal datang lagi memastikan standar protokol kesehatan. Paling rawan itu di helm, kemudian juga penyemprotan kendaraannya,” kata Tedy. (*)

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Presiden Jokowi Saksikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Produk Bio Farma
    Gerakan Bermasker di  Masyarakat, Kolaborasi Multi Pihak Kunci Pencegahan   
    Penularan Ditekan hingga 90.  Butuh Dukungan Kolektif Kampanye Penggunaan Masker
    Curhat ke Jokowi Soal Penerima Bansos,Ridwan Kamil: Saya Sedih, Rakyat Jabar Tangannya Dibawah
    Joki Coklit Kembali Berulah, Kini PPDP Pilkada Serentak 2020 Jadi Sasaran
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads