free hit counter code Status Darurat Kesehatan Belum Dicabut, WHO Sebut Covid-19 Masih Jadi Ancaman - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Status Darurat Kesehatan Belum Dicabut, WHO Sebut Covid-19 Masih Jadi Ancaman
(istimewa) Status Darurat Kesehatan terkait Covid-19 hingga saat ini belum dicabut oleh WHO

Status Darurat Kesehatan Belum Dicabut, WHO Sebut Covid-19 Masih Jadi Ancaman

  • Selasa, 31 Januari 2023 | 00:12:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bandung – Meskipun beberapa negara mulai melongarkan peraturan dalam penanganan Covid-19, namun hingga saat ini penularan virus mematikan ini tetap menjadi perhatian dunia. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencabut status darurat kesehatan masyarakat pada Covid-19 ini. WHO memperingatkan, kasus pandemi Covid-19 ini masih merupakan ancaman.

 

Pernyataan tidak dicabutnya status tersebut mengemuka pada pertemuan ke-4 Komite Darurat Badan Kesehatan PBB untuk Covid-19 pada pekan lalu.

 

"Setelah pertemuan itu, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus setuju dengan saran yang diberikan oleh komite terkait pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan menetapkan bahwa peristiwa tersebut terus menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC)," tulis WHO seperti dikutip AFP, Senin (30/01/2023).

 

Selain itu, WHO juga menyebut proses transisi dari pandemi ke endemi harus tetap dikawal dengan ketat. Disebutkan pandemi mungkin dalam masa transisi, namun membutuhkan manajemen yang cermat guna menekan potensi risiko terburuk.

 

"Tedros mengakui pandangan komite bahwa pandemi Covid-19 mungkin berada pada titik transisi dan menghargai saran komite untuk menavigasi transisi ini dengan hati-hati dan mengurangi potensi konsekuensi negatif," tambahnya.

 

Bahkan sebelum pertemuan, kepala WHO telah menyarankan fase darurat pandemi belum berakhir. Ini menunjuk pada jumlah kematian yang melonjak dan tanggapan global terhadap krisis masih juga tertatih-tatih.

 

"Saat kita memasuki tahun keempat pandemi, kita tentu berada dalam posisi yang jauh lebih baik sekarang daripada tahun lalu, ketika gelombang Omicron mencapai puncaknya, dan lebih dari 70.000 kematian dilaporkan ke WHO setiap minggu," katanya kepada komite pada awal pertemuan.

 

Tedros mengatakan angka kematian mingguan turun di bawah 10.000 pada Oktober tetapi telah meningkat lagi sejak awal Desember 2022. Sementara pencabutan pembatasan Covid di China telah menyebabkan lonjakan kematian.

 

Pada pertengahan Januari 2023, hampir 40.000 kematian mingguan Covid dilaporkan dan lebih dari setengahnya berasal dari China, di mana jumlah sebenarnya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan data yang dikeluarkan otoritas terkait.

 

WHO pertama kali mendeklarasikan PHEIC ketika virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 mulai menyebar ke luar China pada 30 Januari 2020.

 

Meskipun mendeklarasikan PHEIC, banyak negara belum sigap menutup perbatasan mereka untuk menekan angka penularan. Baru setelah Tedros menggambarkan situasi Covid yang memburuk sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, banyak negara menyadari bahayanya.

 

Secara global, lebih dari 752 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan ke WHO, termasuk lebih dari 6,8 juta kematian. Namun badan kesehatan PBB selalu menekankan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.(*)

Aep

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Wapres Ma'ruf: Optimalkan Teknologi dalam Mitigasi
Agus Mulyana Optimistis Timnas Menang Lawan Korsel
SAH! Prabowo-Gibran Presiden & Wapres 2024-2029
Bey Ingin Sumedang Kembali Jadi Paradijs van Java
Bonus Demografi Sumber Daya Pembangunan Produktif

Editorial



    sponsored links