free hit counter code Lengkapi Berkas Perkara, Kasus ACT Kembali Diserahkan Bareskrim ke Kejagung - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Lengkapi Berkas Perkara, Kasus ACT Kembali Diserahkan Bareskrim ke Kejagung
(ilustrasi)

Lengkapi Berkas Perkara, Kasus ACT Kembali Diserahkan Bareskrim ke Kejagung

  • Jumat, 23 September 2022 | 22:51:00 WIB
  • 0 Komentar

Jakarta, Juaranews – Setelah melengkapi berkas perkara kasus ACT sebagaimana petunjuk Kejagung beberapa waktu lalu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri kembali melimpahkan berkas itu ke Kejagung. Saat itu, berkas penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) belum dinyatakan P-21 oleh Kejagung

"Tempo hari ada yang kita lengkapi sesuai petunjuk jaksa dan sudah kita kirimkan lagi ke jaksa," kata Andri saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Dalam hal ini, Andri menegaskan bahwa, pihak Kejaksaan Agung belum menyatakan lengkap atau P-21 terhadap berkas penyidikan perkara lembaga filantropi tersebut.

"Belum P-21 (berkas penyidikan kasus ACT)," ujar Andri.

Sebelumnya, polisi menyatakan bahwa dana Boeing yang disalahgunakan senilai Rp34 miliar. Uang tersebut seharusnya digunakan untuk dana bantuan korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT-610.

Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka kasus dugaan penggelapan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mereka adalah, Ahyudin (A) selaku mantan presiden dan pendiri ACT, Ibnu Khajar (IK) selaku presiden ACT saat ini. Kemudian, Hariyana Hermain (HH) selaku pengawas yayasan ACT tahun 2019 dan saat ini sebagai anggota pembina ACT saat ini, dan Novariadi Imam Akbari (NIA) selaku mantan Sekretaris dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina ACT.

Aep

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Agus Mulyana Optimistis Timnas Menang Lawan Korsel
SAH! Prabowo-Gibran Presiden & Wapres 2024-2029
Bey Ingin Sumedang Kembali Jadi Paradijs van Java
Bonus Demografi Sumber Daya Pembangunan Produktif
Target Angka Penurunan Stunting  Masih Jauh

Editorial



    sponsored links