blog counter

Hot News


Opini


    Menteri Keuangan, Sri Mulyani: Sebagian Besar Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya

    • Jumat, 26 Agustus 2022 | 20:04:00 WIB
    • 0 Komentar


    Menteri Keuangan, Sri Mulyani: Sebagian Besar Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya
    Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat(26/8/2022) (Foto: Ist)

    JuaraNews, Jakarta – Subsidi BBM yang selama ini digelontorkan pemerintah salah sasaran. Mestinya, anggaran subsidi energi untuk BBM hingga LPG yang dianggarkan di APBN ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah, namun dalam kenyataannya anggaran subsidi ini lebih banyak dinikmati orang kaya.

     

    Salahnya sasaran serapan anggaran subsidi BBM ini diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Dia memaparkan dalam kenyataannya subsidi BBM hingga LPG lebih banyak dinikmati oleh orang-orang golongan mampu.

     

    “Misalnya solar,, Sebanyak 89 persen dinikmati oleh dunia usaha, dan hanya 11 persen yang dikonsumsi rumah tangga (RT),” jelasn Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat(26/8/2022).

     

    BACA: Ini Penyebab Orang Kaya Lebih Banyak Nikmati Subsidi BBM 

     

    Lebih lanjut, Sri Mulyani memaparkan bahwa dari yang dinikmati rumat tangga (RT), ternyata 95 persen dinikmati yang mampu, dan hanya 5 persen yang dinikmati masyarakat miskin termasuk petani dan nelayan.

     

    Begitu juga dengan Pertalite. Bahan bakar yang satu ini sebesar 86% dinikmati RT dan sisanya 14 persen dinikmati oleh dunia usaha. Dari 86% yang dinikmati RT, ternyata sebesar 80 persen dinikmati yang mampu, dan hanya 20% yang dinikmati warga miskin.

     

    "Bahkan, subsidi LPG 3 kg juga lebih banyak dinikmati oleh masyarakat mampu, 68 persen konsumsi LPG 3 kg oleh RT mampu. Tapi ini tetap salah sasaran karena kebanyakan konsumsinya dinikmati oleh yang mampu, 40 persen terbawah hanya menikmati 32 persen dari subsidi LPG," ungkap Sri Mulyani.

     

    Bahkan 98 persen konsumsi Pertamax dinikmati oleh RT, dan dari angka tersebut, 86 persen konsumsinya adalah warga mampu, hanya 14 persen dinikmati oleh yang tidak mampu.

     

    "Dari sisi anggaran, uangnya ratusan triliun, apalagi kalau Rp502,4 triliun naik jadi Rp698 triliun,ratusan triliun itu yang banyak menikmati adalah menengah atas. Yang paling miskin justru mendapatkan sangat kecil," tutur Sri. (*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads