blog counter

Hot News


Opini


  • Jadilah Pemuda Muslim Pejuang Islam
    Jadilah Pemuda Muslim Pejuang Islam

    KEMENAG mengajak generasi milenial pegiat fesyen untuk ambil bagian menghidupkan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 pada 20–22 Oktober 2022 mendatang.

    RUU Pengenaan Pajak Sembako Bocor, Ini Reaksi Zulkifli Chaniago

    Adikarya Parlemen DPRD Jabar



    RUU Pengenaan Pajak Sembako Bocor, Ini Reaksi Zulkifli Chaniago
    Anggota DPRD Jabar Fraksi Demokrat Zulkifli Chaniago Dokumentasi pribadi

    JuaraNews, Bandung - Wacana pemerintah yang akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako di tengah pandemi Covid-19 menuai polemik.

     

    Pasalnya, melihat kondisi perekenomian Indonesia yang saat ini tengah terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19.

     

    Seperti diketahui, bahan sembako adalah barang dasar utama yang penyediaan bahannya seharusnya dibantu oleh pemerintah, dan tidak dibebankan pengenaan pajak.

     

    Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Jawa Barat Zulkifli Chaniago menolak hal tersebut. Ia menilai, wacana pengenaan sembako sangat merugikan rakyat.

     

    "Masa di tengah pandemi malah ada pengenaan pajak sembako. Itu sangat merugikan," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (22/6/2021).

     

    Menurutnya, tidak seharusnya urusan pangan dikenakan pajak. Selain itu, pengenaan pajak pada bahan sembako bisa berdampak inflatoir terhadap kenaikan harga barang lainnya.

     

    "Mestinya masalah pangan ditanggung pemerintah," ujarnya.

     

    Tak hanya itu, kata dia, jika PPN sembako benar-benar dikenakan, pada akhirnya akan berdampak pada inflasi secara keseluruhan.

     

    "Jika inflasi terjadi maka daya beli kelompok menengah bawah akan semakin tertekan," katanya.

     

    Sebelumnya, wacana pengenaan PPN bagi sembako diketahui dari draf RUU KUP yang lebih dulu bocor ke publik.

     

    Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat suara terkait kekisruhan di publik soal wacana pemerintah yang ingin memajaki produk bahan pokok atau sembako.

     

    Sri Mulyani mengakui hal tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

     

    Sri menuturkan bahwa ada niatan pemerintah untuk memperbaiki struktur penerimaan negara dalam rancangan draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

     

    Salah satu yang diatur adalah soal perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk sembako dan sekolah, tapi yang disayangkannya, dokumen draft tersebut bocor ke publik dan langsung menjadi polemik ditengah masyarakat. (*)

     

    Oleh: satria negara / stn

    Advertorial 0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yosa Octora Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada Pengajar Taman Kanak Al-Qur'an di Kuningan
    Masih Ada Siaran Intoleransi, Yosa Ovtora Dukung KPID Samakan Persepsi Melalui FGD
    Buky Wibawa Bangga Lirik Lagu di Film Kabayan Milenial Mengandung Nilai Pancasila
    Selain Underpass Sriwijaya, Buky Dukung Pembangunan Underpass Lainnya di Kota Cimahi
    Buky Minta Pemerintah Perbanyak Program Pembangunan yang Mengutamakan Pemberdayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads