Hot News


Inspirasi


    Lantik 35 Kepala SMA/SMK, Kang Emil: Jadikan Sekolah Rumah Kedua Siswa
    istimewa/humas pemprov jabar Gubernur Emil melantik pejabat Pemprov Jabar

    Lantik 35 Kepala SMA/SMK, Kang Emil: Jadikan Sekolah Rumah Kedua Siswa

    • Kamis, 20 Februari 2020 | 21:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil melantik sejumlah pejabat fungsional dan kepala sekolah SMA/SMK Negeri di lingkungan Pemprov Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (20/2/2020).

     

    Emil secara resemi melatik satu orang Pamong Budaya Ahli Pertama di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; dua Arsiparis Ahli Pertama di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan; serta 10 orang Guru Ahli Pertama dan 35 orang Kepala SMA/SMK Negeri.

     

    Dalam arahannya, Emil menekankan kepada para kepala sekolah yang dilantik untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi para siswa sehingga sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

     

    “Saya mengingatkan agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak didik. Kalau di rumah menyenangkan, maka di sekolah juga harus menyenangkan,” pesan Emil.

     

    Emil juga mengatakan bahwa jabatan sebagai kepala sekolah bukan sebuah promosi. Artinya, tugas kepala sekolah merupakan tugas tambahan untuk mengelola manajemen sekolah di luar tugas selain sebagai guru.

     

    “Kepala sekolah itu bukan promosi, kepala sekolah itu adalah tugas tambahan. Setelah nanti beres kepala sekolah balik lagi jadi guru, seperti halnya rektor. Setelah tugas rektornya beres, baru kembali menjadi dosen,” ucap Emil.

     

    Selain itu, Emil meminta para kepala sekolah dan guru agar kreatif dalam kegiatan belajar mengajar serta bisa peka terhadap segala isu terutama dalam perkembangan teknologi informasi dan digital.

     

    Dia juga berpesan kepada semua para pejabat fungsional, guru, dan kepala sekolah yang dilantik pada hari itu untuk menjaga integritas dan tidak terlibat dalam politik praktis.

     

    “Kemudian pesan saya juga jaga integritas dan (pesan) terakhir tadi jangan ikut-ikutan dalam politik praktis. Tugas ASN itu pengabdian pada negara, bukan tempatnya kita mencela atau mengomentari rumah sendiri (pemerintah). Itu ranahnya bukan di ASN,” pungkasnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Lantik 35 Kepala SMA/SMK, Kang Emil: Jadikan Sekolah Rumah Kedua Siswa
    Emil Perkuat Kerja Sama dengan Negara-negara Eropa
    Rekonsiliasi Sejarah, 3 Gubernur Bangun Harmoni