free hit counter code Remaja yang akan Nikah Harus Dipastikan Status Gizinya - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Remaja yang akan Nikah Harus Dipastikan Status Gizinya

Remaja yang akan Nikah Harus Dipastikan Status Gizinya

  • Jumat, 24 Februari 2023 | 10:24:00 WIB
  • 0 Komentar

 

JuaraNews BANDUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Kelurga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat giat menggelar Siaran Keliling atau biasa disingkat Sarling Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang merupakan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Dalam kegiatan yang langsung dipimpin oleh Ketua TP PKK Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil pada Rabu (22/02/2023), Tim Sarling mengunjungi tempat keramaian seperti pasar, serta Posyandu di Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat.

 

Sarling merupakan program rutin yang diusung Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat secara langsung dalam rangka peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Rangkaian kegiatan Sarling tersebut didukung oleh instansi vertikal ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Roswandi dan Kepala Biro Perencanaan BKKBN Wahidin.

 

Dalam kesempatan kali ini, BKKBN Jawa Barat turut berkontribusi dalam bentuk kegiatan pameran Program Bangga Kencana seperti Sosialisasi Kartu Kembang Anak, KIE 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pelayanan KB serta Demo Masak Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). Atalia Praratya Kamil juga melakukan peninjauan pelayanan posyandu remaja, lansia, dan balita, termasuk mengingatkan perihal bulan penimbangan dan imunisasi.

 

"Yang menarik di sini adalah posyandu balita, posyandu remaja, dan posyandu Lansia semuanya sudah tertib sekali. Sudah ada lima meja, dari mulai pendaftaran, sampai ke konsultasi dan juga pelayanan. Di tempat ini tidak ada stunting atau disebut Zero Stunting karena ternyata lebih banyak lansianya.

 

Dari 30 target sasaran balita cuma ada satu pasangan muda maka artinya ini bisa dijadikan sebagai upaya kita bersama, apabila satu kota bisa keren. Karenanya saya bersyukur sekali hari ini semua bekerja keras bersama,” kata Atalia. Kepala Biro Perencanaan BKKBN Pusat Wahidin dalam kesempatan itu mengatakan Sarling diintergrasikan dengan kegiatan Grudug Jabar yaitu gerakan turun ke desa untuk keluarga Jawa Barat.

 

“Kita mengadakan kegiatan pembinaan kepada kelompok TPK upaya peningkatan pendapatan keluarga yang outputnya adalah bahwa kelompok itu memperoleh nomor induk perusahaan itu outputnya. Kemudian yang kedua kita juga mengumpulkan dan melakukan pembinaan kepada kelompok Bina Keluarga Balita dan outputnya adalah seluruh kelompok Bina Keluarga Balita memahami tentang definisi stunting terkait dengan perkembangan otak anak,” kata Wahidin.

 

Selanjutnya Wahidin mengatakan ada pembentukan Duta Genre tingkat kecamatan dan desa di Kota Banjar. Wahidin menyebutkan, Duta Genre menjadi agent of changes memberikan edukasi kepada remaja. Wahidin juga menyebutkan adanya pelayanan KB dan pembinaan Dapur Sehat Atasi Stunting di Kota Banjar.

 

Senada dengan hal itu, Plt Kepala BKKBN Jawa Barat Dadi Roswandi mengatakan untuk percepatan penurunan stunting di Jawa Barat menggunakan strategi dari hulu. “Persiapan dari calon pengantin khususnya remaja, bekerja sama dengan Kementerian Agama. Bulan Maret ini dipastikan semua calon pengantin itu mempunyai sertifikat Elsimil (Elektronik siap menikah dan siap hamil). Karena kalau di hulunya tidak diurus nanti akan ada peningkatan angka prevalensi stunting,” ujar Dadi.

 

Selain itu, Dadi menyebutkan remaja yang akan menikah dipastikan cek status gizinya pula apakah dia mempunyai anemia atau tidak dan laki-lakinya juga sehat, tidak sering begadang dan tidak merokok juga jauh dari narkoba dipastikan seperti itu sekarang dari 24,4 menjadi 20,2 untuk target nasional di 2024 adalah 14% masih ada 2 tahun untuk mencapai target tersebut.

 

Kegiatan berlanjut dengan mengunjungi pelayanan KB di Dinas Kesehatan Kota Banjar Poned Puskesmas Langensari II. Hasil pelayanan yang berhasil dicapai pada hari ini diantaranya terdiri dari IUD 13 akseptor, IMPLANT 55 akseptor, SUNTIK 53 akseptor, MOP 3 akseptor, PIL 2 dengan total sebanyak 126 akseptor dan IVA test 76 orang. Sesampainya di lokasi kunjungan terakhir yaitu SMAN 2 Banjar,

 

Gubernur Jawa Barat bergabung mendampingi ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat beserta rombongan disambut oleh Kepala Sekolah dengan penyerahan buket bunga dirangkaian dengan tarian penyambutan oleh siswa. Ridwan Kamil memberikan motivasi pencegahan bullying kepada seluruh siswa sebelum Launching Aplikasi Anti Bullying (Stopper) yang ditandai dengan pemukulan kendang secara serentak diiringi angklung yang kemudian diikuti dengan Deklarasi Sekolah Toleransi (anti radikalisme, anti hoax, sekolah ramah anak, anti bullying). Dalam rangkaian acara tersebut, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menyempatkan untuk menyerahkan roullete GenRe kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Banjar untuk dapat dipergunakan sebagai sarana edukasi bagi PIK R yang telah terbentuk di sekolah tersebut. (*)

ude

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Pelija: Citarum Harum Jauh dari Kata Berhasil
Legislator Sesalkan Kasus Perundungan Siswa di KBB
DPRD Khawatir Terjadi Penumpukan Sampah di Jabar
Disdik Jabar Minta Guru BK Bekerja Lebih Optimal
API Pertunjukan Indonesia Sukses Gelar Munas ke-1

Editorial



    sponsored links