Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Pandemi Covid- 19 segera hilang, tapi Protokol Kesehatan dan PHBS Tetap Dianjurkan

    • Senin, 20 Desember 2021 | 21:43:00 WIB
    • 0 Komentar


    Pandemi Covid- 19 segera hilang, tapi Protokol Kesehatan dan PHBS Tetap Dianjurkan

     

    JuaraNews, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menilai ada hikmah di balik musibah atau pandemi Covid-19."Beberapa waktu ke belakang kita semua merasakan akibat dari pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan. Mulai dari perekonomian, pendidikan, dan kesehatan tentunya," ungkap Pak Uu di Bandung, Minggu (19/12/2021).

     

    "Syukur alhamdulillah Pemda Provinsi Jabar tidak mengurangi pelayanan terhadap masyarakat. Semua dinas tetap prima, dan kegiatan pembangunan berjalan disesuaikan dengan situasi dan kondisi," katanya.

     

    Salah satu hikmah dari pandemi Covid-19 adalah solidaritas antarwarga Jabar yang masih kuat. Ia mencontohkan, ketika ada seorang terpapar virus Covid-19, tetangga bergotong royong saling membantu menyuplai obat- obatan dan makanan. "Ada yang disimpan di pagar atau di tangkai kunci pintu. Mereka sambil takut pun masih mau berempati memberi makanan dan obat-obatan," kata Uu bicara tentang dampak pandemi Covid-19.

     

    Ia menilai kebersamaan ini meningkat karena ada rasa senasib sepenanggungan. Kegiatan sosial dilakukan bukan hanya oleh lembaga, tapi juga kelompok masyarakat, komunitas, bahkan dilakukan secara pribadi dan mandiri.

     

    "Segala sesuatu ada hikmahnya, pandemi tentu ada akibat negatif, tapi juga ada hikmah. Selama pandemi terlihat pertama solidaritas tinggi warga Jabar, jiwa sosial warga Jabar tinggi, berbagai bantuan dikeluarkan baik atas nama pribadi, kelompok, komunitas," katanya.

     

    Di sisi lain, kata Uu, keimanan dan ketakwaan juga meningkat seiring harapan dan doa agar pandemi ini cepat berlalu. Di samping itu, digitalisasi di semua sektor pun terpacu. Mau tidak mau digitalisasi menjadi lebih gencar dan jadi keharusan demi menghindari kontak fisik. "Misalnya kegiatan rapat dilakukan secara online, jual-beli dilakukan online, dan lain sebagainya," katanya lagi.

     

    Dari segi pemerintahan, Uu melihat hal yang sama. Roda pemerintahan Pemda Provinsi Jabar roda tidak pernah berhenti, bahkan melakukan berbagai inovasi selama pandemi. Misalnya aplikasi Pikobar yang terus berkembang, serta Command Center Jabar yang terus menghimpun data setiap hari, jam, dan menitnya. "Bahkan pemerintah kota/kabupaten pun berlomba menghadirkan command center masing- masing selama masa pandemi," katanya lagi.

     

    Hikmah lain yang dirasakan Wagub Jabar, adalah adanya kebersamaan di jajaran Forum Komunikasi Pimpinan DaerahJabar, serta bupati/wali kota, karena ada rapat bersama mingguan yang diagendakan terkait percepatan penanggulangan pandemi.

     

    "Karena kami (forkopimda) di setiap minggu di saat pandemi lagi gencar, kita melaksanakan rapat bersama satu minggu satu kali setiap hari Senin. Juga dengan bupati/wali kota kita sering agendakan rapat, untuk berbagi ide, pendapat. Forkopimda semakin kuat, begitupun dengan bupati/wali kota. Hingga WHO memberi isyarat bahwa Jawa Barat layak dicontoh dalam penanganan COVID-19," kata Pak Uu, begitu Wagub ini biasa dipanggil.

     

    Terakhir, Uu berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan meskipun angka kasus Covid-19 sudah melandai. Ia mengingatkan masyarakat tetap memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun. Vaksinasi pun harus terus dilakuakan agar tercipa herd imunity yang luas.

     

    "Kita Berharap Covid-19 segera sirna. Saya mengajak semua pihak selalu laksanakan protokol kesehatan ketat dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mudah- mudahan situasi ini terus membaik. Insyaaallah pandemi Covid- 19 segera hilang, tapi tetap protokol kesehatan, PHBS dan lainnya tertap dianjurkan," pungkasnya. (*)

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Ridwan Kamil Pertimbangkan Bangun Kampung Inggris di Jabar
    Kena Sanksi dari PDIP lalu Minta Maaf, Arteria Dahlan Dilaporkan ke Polisi
    Dorong Melek Digital, Atalia Minta Ibu-ibu Jangan Curahkan Kekesalan di Media Sosial
    Kesbangpol Jabar Fokus Cegah Penyebaran Paham NII di Garut
    Meski Gelar Musda, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Diputuskan DPP
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads