Hot News


Opini


    Kurva Pandemi Covid-19 Menurun, Gubernur Ridwan Kamil Minta Penegakan Hukum Ditingkatkan

    • Jumat, 27 Agustus 2021 | 19:22:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kurva Pandemi Covid-19 Menurun, Gubernur Ridwan Kamil Minta Penegakan Hukum Ditingkatkan
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta TNI/Polri serta Satpol PP di kab/kota meningkatkan intensitas penegakan hukum dan edukasi di masyarakat, terkait protokol kesehatan Covid-19.

     

    “Saya minta TNI/Polri dan Satpol PP agar gakumdu (penegakan hukum dan edukasi ) di minggu-minggu ini lebih intens,” ujar Emil saat memimpin Rapat Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jawa Barat secara virtual, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/8/2021).

     

    Menurut Gubernur, di saat kurva pandemi di Jabar sedang menurun, hal paling penting yang harus dilakukan adalah memperketat penegakan hukum dan edukasi (gakumdu), di samping protokol kesehatan. “Ini agar masyarakat tidak euforia dan akhirnya lengah,” tandasnya.   

     

    Hal yang dapat dilakukan adalah menggelar berbagai razia di mal-mal dan operasi yustisi prokes di titik-titik rawan.  Namun Emil mengingatkan penegakan hukum yang dilakukan harus menggunakan pendekatan humanis agar efektif dan tanpa ekses. “Pendekatannya sebaiknya humanis,” ucap Emil.

     

    Gubernur menekankan saat ini BOR atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Jabar sudah di angka 19,92 persen dan angka kesembuhan meningkat, tapi bukan berarti pandemi sudah berakhir. Covid-19 masih ada bahkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat kasusnya saat ini sedang naik.

     

    Pandemi di Jabar sendiri secara keseluruhan relatif terkendali. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus aktif yang hanya 27.706 atau 4 persen dari total konfirmasi di Jabar yang sejak Maret 2020 mencapai 686.362 kasus. Jumlah kasus aktif Jabar masih di bawah dari rata-rata nasional yang per tanggal 26 Agustus 2021 adalah 6,02 persen.

     

    Penurunan kasus aktif ini juga diikuti kenaikan angka kesembuhan Jabar mencapai 94,02 persen. Angka ini naik 3,74 persen dibandingkan minggu sebelumnya dan berada di atas rata-rata nasional. Masih di tanggal yang sama, angka kematian sebesar 1,95 persen di bawah angka nasional 3,21 persen.

     

    Namun masih ada 3 daerah yang memiliki angka kematian tertinggi. Pertama adalah Kabupaten Garut yakni 4,35 persen, Kabupaten Indramayu yakni 4,35 persen dan Kabupaten Karawang yakni 4,21 persen. Kemudian tingkat kesembuhan Jabar 94 persen di atas angka nasional 90 persen.

     

    “Kematian ada pertanyaan juga sama, walaupun kematian secara presentase ada kenaikan, sebenarnya itu adalah data lama juga. Sehingga presentase kematian Jabar masih di bawah rata-rata nasional, kita di angka 1,9 persen, nasional itu 3,2 persen," sebut Emil. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar: Masuk Dunia Digital, Banyak UMKM tak Siap Lonjakan Permintaan Pasar
    Komisi I DPRD Jabar Minta KPU Daerah Samakan Persepsi Terkait Piplres 2024
    Gebyar Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek 2021 Wujudkan Program Link and Super Match
    Danseskoad Meninjau KKL Studi Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LXI Seskoad
    Demokrat: Bukti yang diberikan Moeldoko di Pengadilan Tidak Nyambung!
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads