Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Sempat ditegur Kapolri, Rotan Jadi Simbol Kedisiplinan dan Edukasi Protokol Kesehatan Kota Ambon
    (solopos.com)

    Sempat ditegur Kapolri, Rotan Jadi Simbol Kedisiplinan dan Edukasi Protokol Kesehatan Kota Ambon

    JuaraNews, Jakarta -   Dalam upaya menjamin pelaksanaan protokol kesehatan di tengah masyarakat Kota Ambon dapat berjalan dengan baik, Pemkot Ambon menggunakan beragam cara mulai dari sosialisasi, patroli, pemasangan rambu-rambu dan peringatan, hingga upaya lain seperti menggunakan tongkat rotan sebagai pendekatan kearifan lokal.

     

    Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (25/7), mengatakan,  tongkat atau rotan digunakan sebagai simbol kedisiplinan bagi masyarakat Ambon agar lebih hati-hati dan waspada.

     

    "Pada awalnya polisi mengambil sikap menarik dengan patroli atau berjalan membawa rotan. Jika ada yang tidak pakai masker, hanya dengan pukul pelan-pelan sebagai pembelajaran untuk hati-hati dan disiplin. Rotan ini simbol untuk masyarakat lebih hati-hati dan waspada," katanya.

     

    Richard juga menyebut, masyarakat Ambon bahkan mendukung upaya pemerintah dan aparat daerah setempat yang melakukan pendisiplinan menggunakan rotan.

     

    Masyarakat, menurut dia,  terpengaruh  perilaku polisi di India yang menggunakan rotan untuk mendisiplinkan masyarakat. Ketika polisi di Ambon juga menggunakan rotan, langsung mereka viralkan itu.

     

    Ia akui, meski sempat ditegor Kapolri kepada Polda di Ambon untuk tidak boleh pakai rotan, yang menarik di sini adalah 95 persen masyarakat Ambon justru protes dan mendukung untuk polisi harus pakai rotan.

     

    "Mereka sendiri yang meminta pakai rotan untuk dapat mendisiplinkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan," ujar Richard.

     

    Pada kesempatan yang sama, Komandan Korem 151 Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, menjelaskan,rotan digunakan sebagai sarana edukasi masyarakat. Dalam hal ini penggunaan rotan bukan berarti tindak kekerasan.

     

    "Rotan atau tongkat bukan untuk menghukum atau menindak masyarakat, tetapi sebagai sarana edukasi masyaraka. Ketika melihat tentara dan polisi membawa rotan, mereka akan sadar sendiri untuk lebih disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak," ujar Arnold melalui dialog ruang digital.

     

    Richard juga mengungkapkan, Kota Ambon yang menjadi Kota Transit untuk seluruh Provinsi Maluku menjadi sangat rentan terhadap penularan covid-19.

     

    "Ambon tidak hanya kota tapi menjadi Kota transit untuk seluruh Maluku sehingga hal ini membuat Kota Ambon menjadi sangat riskan terhadap potensi penularan covid-19," katanys. (*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Fatayat NU Jabar Siap Kembangkan Wirausaha Disabilitas
    Dimasa AKB Peran Masyarakat Sangat Penting Lawan Covid-19
    Pempov Jabar Dorong Pangandaran Jadi Pariwisata Unggulan
    Selenggarakan Musda di Lokasi Bencana, Wawan Hikal Terpilih Aklamasi
    Ini Syarat Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads