Ridwan Kamil Lepas Pengiriman Bansos di KBB - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Ridwan Kamil Lepas Pengiriman Bansos di KBB
    Gubernur menyerahkan bansos di KBB

    Ridwan Kamil Lepas Pengiriman Bansos di KBB

    JuaraNews, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas paket bantuan sosial yang  akan dibawa petugas pos dan ojek online bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak COVID-19, Sabtu (18/4/2020). 

     

    Paket bantuan sebanyak 18 ribu paket dari Pemda Provinsi Jawa Barat ini berupa Rp350 ribu dalam bentuk sembako dan Rp150 ribu berupa uang tunai yang akan dibagikan di tujuh kecamatan Bandung Barat.

     

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai melepas keberangkatan para petugas PT Pos Indonesia dan ojek online di halaman Kantor Pos Ngamprah mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Barat akan berjalan lancar karena jaring pengaman sosialnya sudah lebih dulu disalurkan.

     

    "Untuk KBB yang akan melaksanakan PSBB tanggal 22 April nanti di tujuh kecamatan dari total 16 kecamatan. Dengan didahulukan bantuan sosial dari provinsi ini harusnya dinamika di lapangan tidak terlalu besar," ujar Ridwan Kamil.

     

    Gubernur yang akrab disapa Emil ini melanjutkan, 18 ribu paket bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap. Ia menargetkan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat maksimal tanggal 10 di tiap bulannya selama empat bulan mendatang.

     

    "Akan dibagikan dalam beberapa hari ke depan karena tidak mungkin sehari dapat selesai tersalurkan semua. Saya targetkan 10 hari pertama di tiap bulan selesai. Jadi ada warga yang kebagian di tanggal satu, tanggal lima atau sepuluh," jelasnya.

     

    Ia pun mengajak warga yang mampu secara ekonomi membantu warga yang kesulitan di daerahnya, terlebih dalam beberapa hari mendatang akan memasuki bulan Ramadan. Di bulan suci itu Kang Emil juga berharap warga untuk lebih meningkatkan kesabaran dengan melakukan physical distancing tanpa mengurangi esensi ibadah.

     

    "Saya titip juga di Bulan Suci nanti tingkatkan perilaku tolong menolong dan mari ibadah dengan cara yang lebih sabar yaitu menjaga jarak tanpa mengurangi esensi ibadah yang kita rindukan," ucapnya.

     

    PSBB Bandung Barat akan berbarengan dengan empat daerah lainnya di Bandung Raya. Menurut Emil, PSBB akan sukses bila diiringi dengan pengetesan masif. Khusus untuk KBB mulai tanggal 22 April nanti akan melakukan tes masif untuk 8.000 warga.

     

    "Jadi KBB harus melakukan tes masif sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk. Artinya minimal 8.000 warga KBB harus dites dalam 14 hari mendatang. Bila berhasil mengetes sebanyak itu ditambah warganya disiplin mengikuti aturan PSBB, maka peta persebarannya akan terukur sehingga kita bisa hidup normal lagi," harap Emil.

     

    Bagi yang melanggar PSBB sesuai Peraturan Bupati Bandung Barat akan dikenakan sanksi tilang, denda, hingga kurungan badan.

     

    "Yang melanggar PSBB itu sudah diatur oleh undang-undang yaitu bisa ditilang, denda, maupun kurungan badan. Untuk jelasnya Pak Bupati (KBB) yang tahu karena Bupati yang mengaturnya melalui perbup," tutur Emil.

     

    Bupati Aa Umbara menyatakan Bandung Barat siap melaksanakan PSBB 22 April mendatang. Sejauh ini di KBB kasus positif COVID-19 ada 25 orang dengan pasien meninggal dunia sebanyak dua orang dan sembuh tiga orang.

     

    "Untuk PSBB tanggal 22 April nanti kami sudah siap di tujuh kecamatan yang kita terapkan," ujar Aa.

     

    Terkait bantuan sosial provinsi yang sudah disalurkan, Aa berharap dapat membantu masyarakat terdampak. "Mudah-mudahan penyaluran ini lancar dan dinikmati oleh masyarakat yang terdampak COVID-19, semoga pandemi ini berlalu," harapnya.

     

    Sementara itu dalam pendistribusian bantuan tersebut PT Pos Indonesia Regional V Jawa Barat menggandeng ojek online yaitu Gojek dan Grab agar pendistribusian bisa dilakukan lebih cepat. "Kami menggandeng ojol karena keterbatasan personel kami. Ini agar penyaluran lebih cepat dan sesuai target yang diberikan Gubernur Jabar," kata Kepala PT Pos Indonesia Regional V Jabar Helly Siti Halimah. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads