free hit counter code Bulog Impor Beras, PKB: Ini Merugikan Petani, Apa Ada Keterlibatan Mafia? - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Bulog Impor Beras, PKB: Ini Merugikan Petani, Apa Ada Keterlibatan Mafia?
(Humas PKB) Juru Bicara Milenial PKB Mikhael Sinaga.

Bulog Impor Beras, PKB: Ini Merugikan Petani, Apa Ada Keterlibatan Mafia?

  • Rabu, 21 Desember 2022 | 01:18:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Jakarta – Kebijakan impor beras oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dipertanyakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut Juru Bicara millennial PKB, kebijkan itu dipasyikan akan merusak harga jual beras sehingga bisa merugikan petani dalam negeri.


"Masuknya impor beras ratusan ribu ton ini pasti merusak harga jual beras petani dalam negeri. Ini menyangkut hidup orang banyak, jadi jangan main-main," kata Mikhael Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/12/2022).


Selain itu, tulis Mikhael, impor beras tahun 2022 itu juga mencederai upaya Presiden Jokowi yang baru saja menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena Indonesia dinilai berhasil menerapkan swasembada pangan dan sistem pertanian yang tangguh.


"Coba pikirkan, sepanjang tahun 2019-2021, Indonesia tercatat tak mengimpor beras, tapi kok sekarang malah impor. Apa masih ada keterlibatan mafia?" katanya.


Mikhael pun mengungkap adanya perbedaan data antara Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Pertanian. Sebelumnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kementan menyatakan stok beras aman. Oleh karena itu, dirinya meminta agar data stok beras dari ketiga lembaga itu segera disamakan.


"Data-data ini harus disamakan. Jangan sampai akhirnya data yang berbeda-beda ini justru merugikan para petani lokal," pungkasnya.


Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan Bulog akan mengimpor sebanyak 200 ribu ton yang akan dikirimkan secara bertahap hingga akhir 2022.


Budi memastikan stabilitas harga beras di pasaran dapat dijaga dengan bertambahnya stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai oleh Bulog melalui masuknya beras impor.


Bersama dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Budi Waseso meninjau pembongkaran perdana beras impor sebanyak 10 ribu ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2022).


Zulkifli Hasan mengatakan jumlah beras yang akan diimpor mencapai 500 ribu ton dan akan masuk secara bertahap sampai Februari 2023 atau sebelum panen raya.


"Sebenarnya tidak ada yang ingin impor jika stoknya cukup, tetapi beberapa bulan terakhir harga beras meroket dan stok Bulog untuk operasi pasar makin berkurang. Sehingga, dibutuhkan segera stok dari luar negeri untuk meredam kenaikan harga beras ini," kata Zulkifli Hasan.(*)

Aep

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Diskusi JMSI, Arfi: Adab itu Harus Mendahului Ilmu
Sebanyak 440 Jemaah Haji 1 Asal Jabar Tiba di BIJB
Ratusan Siswi SD Bandung Olah si Kulit Bundar
Parlemen Mengabdi Bertajuk Pancasila Untuk Dunia
Calon Kepala Daerah Golkar Berpijak pada Survei

Editorial



    sponsored links