blog counter

Hot News


Opini


    Redam Gejolak Harga, Bulog Salurkan 1,2 Juta Ton Beras Dalam Operasi Pasar

    • Kamis, 22 Desember 2022 | 22:24:00 WIB
    • 0 Komentar


    Redam Gejolak Harga, Bulog Salurkan 1,2 Juta Ton Beras Dalam Operasi Pasar
    Bulog salurkan 1.2 juta ton beras dalam operasi pasar (istimewa)

    JuaraNews, Jakarta – Sebanyak 1,2 juta ton beras disalurkan dalam operasi pasar oleh Perum Bulog. Disebutkan Dirut Perum Bulog, Budi Waseso, penyaluran beras sejumlah itu merupakan pertama kalinya dalam sejarah perusahaan negara yang bergerak dalam bidang logistik dan pangan itu.


    “Angka ini merupakah jumlah penyaluran Operasi Pasar beras terbesar sepanjang sejarah berdirinya Bulog,” kata Dirut Perum Bulog Budi Waseso di Jakarta, Kamis, (22/12/2022).


    Penyaluran beras sebesar itu merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang berlangsung secara nonstop sejak Januari. Selain itu, hal ini juga merupakan upaya meredam gejolak harga beras di tanah air.


    Budi Waseso menegaskan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran bahwa program KPSH harus berjalan lancar sepanjang tahun. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir, karena Bulog menjamin ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga.


    “Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi sekarang dan kami akan terus membanjiri pasar dengan kekuatan stok CBP saat ini, apalagi sudah ada tambahan dari beras impor. Penyaluran Operasi Pasar yang dilakukan Bulog akan terus bertambah jumlahnya sampai dengan akhir tahun," kata Budi Waseso.


    Kebijakan Pemerintah untuk mengimpor beras sebesar 500 ribu ton melalui Perum Bulog dipastikan memberikan dampak untuk menahan laju kenaikan harga beras. “Psikologisnya begitu. Kita datangkan impor ada kepastian barang, dan ketika pasar sudah mengetahui Bulog punya barang maka sangat diyakini harga akan bisa terkendali,” ujar dia.


    Terkait tambahan beras impor, ia menegaskan bahwa kebijakan ini semata-mata untuk memperkuat cadangan beras nasional. Tentunya kebijakan yang diambil ini tidak akan mengganggu petani yang baru akan panen tiga bulan lagi pada akhir Februari atau awal Maret nanti karena kebutuhan stok CBP yang ditugaskan kepada Bulog cukup besar sekitar 1 - 1,5 juta ton. “Bulog juga terus menyerap beras petani dalam negeri sampai dengan saat ini,” ucap Budi Waseso.


    Bulog juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap stabil atau tidak mengalami lonjakan. Kegiatan Operasi Pasar yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog ini terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.(*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Anggota DPRD Jabar Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Judi Online dan Togel
    Tinjau Komponen Biaya Haji, Rombongan Komisi VIII DPR Berangkat ke Arab Saudi
    Sebulan Terakhir, WHO Laporkan Kematian Akibat Covid Naik 20 Persen
    Status Darurat Kesehatan Belum Dicabut, WHO Sebut Covid-19 Masih Jadi Ancaman
    Megawati Usul Inggit Garnasih Jadi Pahlawan Nasional, Ridwan Kamil: Kita Proses
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads