blog counter

5 Jenazah Tertimbun Longsor di Cugenang Ditemukan, Tim SAR Akan Tembus Desa yang Masih Terisolir

  • Jumat, 25 November 2022 | 14:51:00 WIB
  • 0 Komentar


5 Jenazah Tertimbun Longsor di Cugenang Ditemukan, Tim SAR Akan Tembus Desa yang Masih Terisolir
Tim Sar Gabungan akan tembus tiga desa yang masih terisolir akibat gempa Cianjur (istimewa)

JuaraNews, Cianjur – Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan saat ini masih ada tiga desa yang terisolir akibat gempa Cianjur. Desa-desa itu yakni Pasirgadung, Kadugede dan Pasirmanggu. Jalan menuju lokasi ketiga desa itu tertimbun tanah longsor sehingga sulit diakses menggunakan mobil maupun motor.


"Jadi saat ini masih ada tiga desa yang terisolir ya di daerah Cianjur Jawa Barat. Akses jalannya juga terputus akibat tertimbun tanah longsor," ungkap Dedi dalam keterangan resminya, Jumat (25/11/2022).


Meski akses menuju ketiga desa itu terputus, Dedi mengatakan bahwa Tim Gabungan akan tetap bergerak untuk menyalurkan bantuan logistik dengan cara berjalan kaki. Di ketiga desa terisolir itu, ada lansia hingga balita yang membutuhkan bantuan makanan hingga selimut.


“Kami tetap akan mengirimkan tim ke sana untuk memberikan bantuan logistik berupa bahan-bahan makanan kepada warga yang terisolir itu,” katanya.


Mengenai jumlah penduduk di ketiga desa itu, Dedi menguraikan bahwa Desa Pasirgadung ada 17 kepala keluarga yang diantaranya terdiri dari empat orang lansia dan enam balita. Sedangkan Desa Kadugede, berjumlah 250 orang penduduk dan Desa Pasirmangu dengan penduduk 300 orang.


Selain itu, Dedi pun mengungkap, pada hari ini, Jumat (25/11/2022), Tim Gabungan yang tediri dari TNI, Polri dan Basarnas berhasil mengevakuasi lima jenazah yang terimbun longsoran tanah. Kelima jenazah tersebut ditemukan di Kp Cugenang, Desa Cijedil, Cianjur, Jawa Barat setelah Polri dan Basarnas kerahkan anjing pelacak atau K9 untuk mencari jenazah serta dibantu dua alat berat dari PUPR.


"Kelima jenazah tersebut merupakan ibu dan anak yang sedang berpelukan," jelas Dedi.


Proses evakuasi korban tertimbun yang dilakukan sejak Selasa (22/11/2022) itu, disebutkan Dedi bukanlah proses yang mudah. Selain karena topografi Cugenang yang berada di lereng, akses menuju lokasi pun hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Selain itu, kondisi medan pun cukup sulit, tanah longsoran masih bergerak setiap kali gempa susulan terjadi, ditambah hujan yang sering turun dapat membahayakan personel SAR.


"Pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan tandu bambu oleh enam orang personil gabungan di TKP," katanya.


Setelah berhasil dievakuasi, kelima jenazah itu langsung dilarikan ke RSUD Sayang, Cianjur untuk dilakukan otopsi.(*)

Aep

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads