blog counter

Hot News


Opini


    Peran Fahmi Alamyah, Hermawan: Dari Rekayasa Kematian Brigadir J hingga Bagi-bagi Duit

    • Kamis, 25 Agustus 2022 | 09:56:00 WIB
    • 0 Komentar


    Peran Fahmi Alamyah, Hermawan: Dari Rekayasa Kematian Brigadir J hingga Bagi-bagi Duit
    Mantan Staf Ahli Kapolri, Fahmi Alamsyah (Kiri) dan Ferdy Sambo: Ada Kedekatan (Foto: Instagram Fahmi Alamsyah)

    JuaraNews, Jakarta – Nama Fahmi Alamsyah mencuat dalam pusaran kasus pembunuhan barigadir J.

     

    Fahmi yang diakui oleh Kapolri, Jenderal Po Listyo Sigit Prabowo pernah menjabat sebagai staf ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik ini diduga menjadi salah satu aktor yang turut membantu Sambo dalam menyusun scenario kematian Barigadir J.

     

    “Saudara Fahmi itu memang betul dia penasihat ahli Kapolri, diangkat pada saat Kapolri sebelum saya,” ungkap Jenderal Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022).

     

    Meski Fahmi merupakan staf ahli Kapolri, menurut Sigit, selama ini dirinya belum pernah bertemu dengan Fahmi.

     

    “Saya tidak pernah bertemu dengan yang bersangkutan, karena yang bersangkutan sehari-harinya lebih banyak bersama dengan Irjen Sambo," ujar Sigit.

     

    Mengenai keterlibatan Fahmi dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir J ini, terungkap bahwa Fahmi Alamsyah diduga merupakan orang yang membuat press release kronologi kematian Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan.

     

    Dalam rilis itu disebut terjadi tembak menembak antara Brigadir J dan ajudan Sambo lainnya Bhayangkara Dua Richard Eliezer alias Bharada E. Sayangnya, belakangan diketahui, peristiwa tembak menembak itu tidak pernah ada.

     

    Hal ini dikemukakan oleh Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara, Prof Hermawan Sulistiyo yang juga merupakan staf ahli Kapolri. Hermawan Sulistyo atau yang kerap disapa Kiki ini mengungkapkan, Fahmi adalah pihak yang menyusun skenario polisi tembak polisi dan pelecehan seksual di dalam kasus pembunuhan Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

     

    Munculnya dugaan keterlibatan itu membuat berang staf ahli Kapolri lainnya. Fahmi pun didesak mundur dari posisinya sebagai staf ahli.

     

    “Kami cuma tahu bahwa dia ini operator yang menyusun skenario-skenario setelah penembakan, lalu dia menyusun bersama Sambo bahwa ini tembak menembak,” ujar Prof. Kiki.

     

    “Dia menyusun skenario pelecehan seksual dan publik percaya itu yang menjadi masalah,” tambahnya.

     

    Selain itu, Kiki juga mengemukakan Fahmi membagikan sejumlah uang kepada para pihak yang terlibat dalam peristiwa penembakan itu. Mengenai dari mana uang itu berasal Kiki mengaku tidak mengatahui asal uang yang dibagi-bagikan Fahmi.

     

    “Dia bukan kecipratan (uang). Dia yang membagi, gimana? Wong dia pelaku kok,” ucap Prof Kiki.

     

    Menyikapi santernya dugaan keterlibatan ,antan salah satu staf ahlinya itu, Kapolri mengatakan bahwa pihaknya masih menelusuri peran Fahmi dalam kasus ini.

     

    "Terkait dengan dugaan kaitannya dengan skenario dan sebagainya, saya juga sudah perintahkan untuk mendalami," kata Jenderal Sigit. (*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads