Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Duit Pajak Digondol Koruptor di Kemenkeu, Anggota DPR Ini Geram



    Duit Pajak Digondol Koruptor di Kemenkeu, Anggota DPR Ini Geram
    Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan (dpr.go.id)

    JuaraNews, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan alias Hergun kesal dengan kelakuan oknum pejabat di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang diduga telah menerima uang sogokan puluhan miliar dari kalangan pengusaha.

     

    Atas kasus yang tengah diusut KPK itu, Hergun meminta Menteri Keuangan harus turun tangan. Berdasarkan pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, penyidik KPK tengah memproses kasus ini dengan mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan tersangkanya.


    Modusnya, kata Hergun, penerimaan uang suap itu didasari atas pengurusan pajak sebuah perusahaan agar pajak perusahaan yang dimaksud bernilai rendah.


    Ditambahkan Hergun, KPK telah melakukan penggeledahan dan berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kemenkeu untuk memeriksa perusahaan yang diduga menyuap pemeriksa pajak.


    Legislator dapil Jabar IV itu menyerukan agar Menkeu Sri Mulyani membersihkan Ditjen Pajak dari oknum-oknum yang memanipulasi pajak.

     

    "Proses hukum tetap dilakukan oleh KPK. Namun, Menteri Keuangan memiliki tanggung jawab menempatkan birokrasi yang bersih di Ditjen Pajak. Ini sungguh ironis. Negara sedang kekurangan dana untuk penanganan pandemi Covid-19, namun ada oknum di Ditjen Pajak yang menyalahgunakan wewenangnya untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok,” sesal Ketua Kelompok Fraksi Gerindra ini, seperti diberitakan laman DPR RI, Kamis (4/3/2021).

     

    Perlu diketahui, lanjut Hergun, APBN 2020 dan APBN 2021 dipatok defisit Rp 1.000 triliunan. Patokan ini merupakan perbandingan antara penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto.


    Dikatakan, dalam 10 tahun terakhir ini rasio pajak mengalami penurunan, di mana pada 2010 masih di level 12,9 persen. Namun, pada 2018 turun menjadi 11,4 persen. Tahun 2019 turun kembali menjadi 10,73 persen.


    "Sementara pada 2020 diproyeksikan hanya 7,9 persen dan di 2021 sebesar 8,18 persen,” ujar Hergun. (*) 

    Oleh: atep kurniawan / tep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sekolah Murid Merdeka Buka Layanan Sekolah PAUD Gratis
    Pelaku UMKM dan Koperasi Jadi Bidikan BPJS Kesehatan untuk Program JKN-KIS
    KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, DPR RI: Perlu Peremajaan Alutsista Indonesia
    Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Alun Alun Majalengka dan Kejaksan setelah Direvitalisasi
    SAFARI RAMADAN: Uu Ruzhanul Tekankan Pentingnya Pendidikan Ukhrawi dan Duniawi untuk Anak
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Bank BJB kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads