blog counter

Hot News


Opini


  • Jadilah Pemuda Muslim Pejuang Islam
    Jadilah Pemuda Muslim Pejuang Islam

    KEMENAG mengajak generasi milenial pegiat fesyen untuk ambil bagian menghidupkan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 pada 20–22 Oktober 2022 mendatang.

    Strategi BKKBN Jabar Tekan Angka Kehamilan Saat Pandemi Covid-19

    • Kamis, 31 Desember 2020 | 14:46:00 WIB
    • 0 Komentar


    Strategi BKKBN Jabar Tekan Angka Kehamilan Saat Pandemi Covid-19
    Kepala BKKBN Jabar, Uung Kusmana (Foto: JuaraNews/Abdul Basir)

    JuaraNews, Bandung - Guna menekan angka kehamilan saat pandemi Covid-19, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat gencar mendistribusikan alat kontrasepsi kepada keluarga yang memerlukan dan melindungi dari kehamilan.


    Kepala BKKBN Jabar, Uung Kusmana mengatakan, hal itu dikarenakan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) terganggu hampir 50 persen akibat pelayanan KB di Puskesmas dan Posyandu yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.


    "Karena tingkat akses pelayanan KB terganggu dengan kondisi pandemi hingga 50 persen.Sehingga BKKBN memiliki strategi baru dengan mendistribusikan alat kontrasepsi berupa pil dan kondom," ujar kepada Wartawan di Kantor BKKBN Jabar, Kamis (31/12/2020).


    Meski begitu, pihaknya belum mengetahui data pasti angka kelahiran naik selama pandemi Covid-19. Yang pasti, lanjut dia, kemungkinan besar angka kelahiran di Jabar naik.


    "Secara angka absolute kita belum mendapatkan, tapi secara tanda-tanda sebetulnya ada peluang kemungkinan bertambahnya angka kelahiran di Jawa Barat," katanya.


    Uung menjelaskan, ada beberapa kelompok golongan yang masih belum memahami tentang kesehatan reproduksi dengan mempergunakan alat kontrasepsi modern.


    Menyikapi hal tersebut, Uung menyampaikan bahwa BKKBN bekerjasama dengan stake holder dan tokoh agama yang tergabung dalam forum antar umat beragama peduli program Bangga Kencana.


    "Mereka memberikan apresiasi, saran, tulisan pencerahan dan memberikan penjelasan kepada para umatnya masing golongan dan komunitasnya," jelasnya.


    "Selain itu, melakukan sosialisasi melalui media sosial, media, dan jurnalis agar masyarakat yang belum paham pentingnya kesehatan reproduksi dengan menggunakan alat kontrasepsi bisa mendapatkan pencerahan," tutupnya. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    31 Parpol Daftar Pemilu 2024, Baru 21 yang Melengkapi Dokumen ke KPU
    Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J, Penyidik Polres Jaksel dan Polda Metro Diperiksa Irsus Polri
    Penyidikan Kasus Dengan Terlapor Brigadir J Dihetikan. Polri: Tidak Ditemukan Peristiwa Pidana
    Wagub Uu Tanggapi Tingginya Angka Perceraian di Jabar
    Tebing 40 Meter Longsor Tutup Total Jalur Tasikmalaya-Pangandaran
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads