Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Kusnadi : Pekerja Migran Lebih Suka Pilih Ilegal
    (alvian) Kusnadi

    Kusnadi : Pekerja Migran Lebih Suka Pilih Ilegal

    Kusnadi : Pekerja Migran Lebih Suka Milih Ilegal

     

    Juara. News, BANDUNG  – Anggota Komisi IV DPRD Jabar Kusnadi, menyebutkan ada dua hal yang jadi pertimbangan Pansus VI dalam penyusunan Raperda tentang Perlindungan Migran di Jawa Barat pasca melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah  beberapa waktu lalu.

     

    Menurut dia,   kebanyakan  pekerja mengeluh penyebabnya yaitu pertama pekerja legal ini persyaratannya lebih banyak dari pada yang illegal dan kedua dalam pemberian upah kerja lebih besar dari pada upah pekerja legal

     

    “Jadi mereka tertarik ke ilegal itu karena permasalahan-permasalahan itu. Pertama kalau yang legal itu harus ada deposito , menyimpan uang dulu di salah satu perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah. Kalau yang ilegal kan tidak . Persyaratan lebih mudah, upah lebih besar,” katanya saat ditemui JuaraNews di Kantor DPD Golkar Jabar Jl. Maskumambang No.2, Turangga, Kecamatan. Lengkong, Kota Bandung. Sabtu (20//06/20).

     

    Dalam kunjungannya tersebut, Dia berdiskusi langsung bersama para pekerja migran  untuk lebih mematangkan konsep Pansus VI yang membahas Raperda tentang Perlindungan Migran di Jawa Barat .

     

    “Kita ada kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal. Di sana, tepatnya di Selawi kita berdiskusi sharing sama mereka. Ternyata permasalahannya hampir sama, mereka yang legal pun itu hanya 600 pekerja. Tapi yang ilegal, kebanyakan ABK (anak buah kapal) itu ada 4000-an lebih kata mereka, “ ujar dia.

     

    Menurut Kusnadi, ada kesamaan Kabupaten Tegal dengan kabupaten-kabupaten di Jawa barat. Ini, ia rasa merupakan permasalahan klasik yang senantiasa dialami pekerja migran.

     

    “Jadi ini klasik gitu, permasalahannya hampir sama jawa barat dengan di kabupaten tegal kemarin. Kita cuman menemukan itu aja, permasalahannya klasik semua ternyata mereka tertarik menggunakan yang ilegal, ” katanya. (*)

    Oleh: alvian hamzah / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yod Mintaraga: Aparat Hukum Bisa Dilibatkan dalam Musyawarah Komite Sekolah
    Bakal Jadi Model ideal Pendidikan Nasional, Perda Penting untuk Perkuat Peran Pesantren
    Edi Rusyandi Berikan APD Kepada Puskesmas di KBB
    Edi Rusyandi Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren Tradisional
    Reses, Kusnadi Banyak Terima Keluhan Infastruktur
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads