Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Daddy Rohanady: Mengubah Kebiasaan Hidup di Tengah Covid-19 Bukan Pekara Mudah

    Daddy Rohanady: Mengubah Kebiasaan Hidup di Tengah Covid-19 Bukan Pekara Mudah

    JuaraNews, Bandung- Mengubah kebiasaan hidup bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan komitmen kuat untuk melaksanakannya. Komitmen dalam arti sesungguhnya, bukan hanya sekadar komat-kamit temen.

     

    Demikian dikatakan, anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady menanggapi akan diterapkan kehidupan normal baru atau new normal ditengah pandemi Covid-19 di Jawa Barat pada 1 Juni 2020 mendatang.

     

    Menurutnya, Rencana penerapan new normal sesungguhnya juga menimbulkan pro-kontra, Hal itu menyisakan banyak Pekerjaan Rumah berbagai pihak. Pasalnya Semua warga masyarakat diharapkan ikut atau taat pada aturan kehidupan baru ini.

     

    "Kita terpaksa menyesuaikan diri dengan gaya hidup baru berprotokol kesehatan. Kalau mencuci tangan mah, bukan hal aneh. Sejak kecil kita sudah ditanamkan kebiasaan itu. Bedanya, dalam era the new normal kebiasaan itu frekwensinya menjadi lebih banyak. Ada sesuatu yang agak baru, yakni "social distancing" yang kemudian dipadankan dengan "jaga jarak," katanya saat dihubungi, Jumat (29/05/2020).

     

    "Meskipun pada awalnya masyarakat menolak menjaga jarak, sekarang tidak lagi. Masalahnya orang Indonesia pada umumnya inklusif, sedangkan jaga jarak berkonotasi eksklusif," tambahnya.

     

    Selain itu, kita juga diharapkan selalu bermasker. Padahal, itu masih terasa janggal karena selain wajah tak tampak secara utuh, suara pun menjadi kurang jelas ketika bicara.

     

    Masalahnya ada lagi, yakni soal kerumunan. Lha kalau di terminal, stasiun, bandara, atau pelabuhan? Pengendalian situasi itu menjadi tugas tambahan buat para petugas di masing-masing lokasi.

     

    Memang Covid-19 penularannya sangat cepat, sehingga mau tidak mau dan suka tidak suka, kita harus antisipasi. Maka, tidak aneh jika ada yang menjulukinya virus kerumunan.

     

    Namun, tak elok juga rasanya kalau ada prjabat negara yang mengibaratkan virus yang barasal dari Wuhan-Cina itu sebagai istri. Paradigma berpikir seperti itu harus diperbaiki. Istri jika digauli, sehat kita. Lha virus dijadikan istri, nonggeng sia!. (*).

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Ungkap Dua Klaster Baru Covid-19
     Rapid Test untuk Peserta UTBK SBMPTN di 7 Kampus
    187 KK Tagih Rumah Deret
    Kota Bandung Menuju Zona Hijau, Warga Jangan dulu Euforia
    Gagal di DPD RI Jabar, A Mulyana Coba Peruntungannya di Pilkada Kabupaten Bandung
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads