Pemprov Jabar Hadir di Tengah Masyarakat dalam Menanggulangi Pengangguran
Kadisnaketrans Jabar M. Ade Afriandi

Pelatihan Kerja Mandiri

Pemprov Jabar Hadir di Tengah Masyarakat dalam Menanggulangi Pengangguran

JuaraNews, Bandung – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat hadir di desa Citengah, melalui program Pelatihan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. Kehadiran Pemprov Jabar itu dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilam Kerja Mandiri SDM Pariwisata yang digelar di Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, akir pekan lalu.

 

“Di sini pemerintah provinsi hadir ke tengah masyarakat, menemui warganya, untuk menanggulangi pengangguran melalui program pelatihan peningkatan kerja mandiri,” kata Kepala Disnakertrans Jabar Muhammad Ade Afriandi saat menutup pelatihan tersebut.

 

Ia mengatakan, seandainya warga yang dilatih tak datang ke Bandung belum tentu dirasakan arti dan peran kehadiran pemerintah dalam program penanggulangan pengangguran. “Bisa saja ibu-ibu yang datang ke Bandung atau Sumedang, diongkosin Pak Kepala Desa. Namun tak akan terasa arti kehadirannya dari pemerintah provinsi Jawa Barat,” Kata Ade Afriandi.

 

Ade menyitir data di Jawa Barat dari jumlah penduduk 49 juta penduduk, yang bekerja sekitar 23 juta. Yang menganggur, katanya, saat ini sekitar 1,9 juta. Sebanyak 40 ribu di antaranya, kata Ade, ada di Kabupaten Sumedang.

 

Dalam tantangan ke depan, katanya, Kabupaten Sumedang harus menyiapkan keahlian dalam mengatasi pengangguran tersebut lagi. Salah satu sektor yang disiapkan adalah sektor pariwisata yang terus digenjot oleh Pemkab Sumedang. Oleh sebab itu, katanya, untuk menjawab tantangan tersebut Pemprov hadir memberi pelatihan, khususnya dalam sektor pariwisata.

 

Ade mengapresiasi potensi Sumedang yang masih bisa dieksploitasi sehingga memberikan devisa bagi masyarakatnya. “Sepuluh tahun saya pernah lewat kawasan ini, dan terlihat sepi. Tapi sekarang sudah tumbuh sektor wisatanya. Desa wisatanya sedang tumbuh. Jalan-jalannya pun bagus,” kata Ade.

 

Potensi lain, katanya, ia sengaja melakukan perjalanan dari Bandung ke Sumedang dengan roda dua bersama puluhan stafnya dan wartawan. Ia mengingatkan jalur dari Bandung ke Sumedang bisa dibangun ekowisata dan dibangun jalan alternartif. Jalur menuju pedesaan dan perbukitan Sumedang, katanya, bisa dijual sebagai destinasi wisata bila dikelola dengan baik.

 

“Di sisi lain bisa menjadi alternatif jalan menuju Sumedang. “Saat jalan melalui Cadas Pangeran ada hambatan, akses jalan menuju Sumedang terhambat, tak ada jalan lain. Memang nanti ada jalan tol, namun kendaraan kecil dan sepeda motor atau sepeda tak bisa mengaksesnya,” pungkas Ade.

 

Salah satu untuk mengenalkan potensi wisata ini, katanya, masyarakt dan pemerintahan desa harus mampu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Sumedang ini. (*)

Oleh: ude gunadi / ude

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Ridwan Kamil : WNA Datang ke Jabar Wajib Ikuti Karantina
Jabar Terima Bantuan APD dari Jack Ma untuk Penanggulangan Corona
Gubernur Jabar Terima Bantuan Ventilator dari BUMN
Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial Covid-19
Penyebaran Covid-19 Meluas, Pemprov Jabar Tingkatkan Kapasitas Penanganan Limbah B3

Editorial