Hot News


Inspirasi


    Bahu Tol Cipularang Kembali Longsor, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalin
    ilustrasi

    Bahu Tol Cipularang Kembali Longsor, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalin

    • Kamis, 20 Februari 2020 | 06:37:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Pergerakan tanah kembali terjadi di dekat kawasan longsor Tol Cipularang KM 118. Titik lokasinya tepat di Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/2/2020).

     

    Humas PT Jasa Marga, Nandang Elan membenarkan adanya pergerakan pergerakan tanah tersebut. Namun diklaim pergerakan itu hanya rekahan tanah kecil bekas longsoran.  "Betul, ada rekahan di bagian sisi longsoran," kata Nandang, sebagaimana dikutip galamedianews.

     

    Akibat pergerakan tanah tersebut kaki salah seorang operator alat berat terkilir. Sang operator berusaha menghindari pergerakan tanah saat ia melakukan perbaikan longsoran. Sebagaimana diketahui, sebelumnya terjadi longsoran tanah di lokasi tersebut, dan pihak Jasa Marga langsung melakukan perbaikan.

     

    Nanang menyebutkan, di pinggir jalur lokasi pergerakan tanah arah Jakarta terdapat genangan air. Untuk itu Jasa Marga berkoordinasi dengan kepolisian untuk merekomendasikan pembatasan sementara kendaraan yang melintas di Tol Cipularang guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

     

    "Tadi ada pihak Korlantas (Polri) ke sini, rencananya ada rekayasa untuk mengurangi beban di sini. Rekayasanya bisa lawan arus (contraflow) bila diperlukan dan mereka yang berakhir pekan ke Lembang diarahkan melalui Subang atau jalan Cagak," katanya. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Yusuf Ridwansyah, Pasien Positif Corona Jabar ke-11 Sembuh dan Pulang ke Rumah
    Ini data Covid-19 di Kota Bandung
    BPR Kota Bandung Resmi Menjadi Perusahaan Umum Daerah
    Sungai Cidurian Jebol, GBI Diterjang Banjir, Warga Keluhkan BBWS Citarum
    PWI Peduli Masuk Desa Salurkan Bantuan Warga Terdampak Covid 19