free hit counter code Penyebaran Wolbachia di Ujungberung Capai 16 % - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Penyebaran Wolbachia di Ujungberung Capai 16 %

Penyebaran Wolbachia di Ujungberung Capai 16 %

JuaraNews Bandung - Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewin menyembuhkan penyebaran nyamuk wolbachia di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung baru mencapai 16 persen.

 

Untuk diketahui, walbacia disebar di kecamatan ujungberung lantaran daerah tersebut merupakan episentrum di Kota Bandung. Melihat data pada beberapa tahun lalu kasus DBD di daerah tersebut salah satu tertinggi di Jawa Barat.

 

Dikatakan Vini pihanyak bekerjasama dengan kemenkes menyebarkan walbacia untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah.

 

"Untuk di Ujungberung itu kan baru September. Persentasenya baru 16 persen. Paling cepat (efektif), kalau sudah di atas 60 persen wolbachia-nya. Paling cepat baru satu tahun yang akan datang," ujar Vini dalam Bewara Jawa Barat (Beja), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (8/3/2024).

 

Terkait efektivitas nyamuk wolbachia, Vini mengungkapkan pengembangbiakannga sukses dilakukan di Yogyakarta. Dimana telah terjadi penurunan angka kematian hingga 70 persen.

 

"Wolbachia sekali lagi bukan yang utama. Paling penting adalah gerakan 3M plus. Ketika kita melaksanakan gerakan 3M Plus, bukan saja nyamuk Aedes Aegypti  tetapi juga membersihkan lingkungan," tandasnya.

 

Sebagai informasi Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Barat Per 8 maret 2024 mencapai 7.654 kasus. Dengan Angka  71 kematian. Tiga daerah penyumbang kasus tertinggi di Jabar yakni Kota Bogor, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. (*)

 

bas

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Wapres Ma'ruf: Optimalkan Teknologi dalam Mitigasi
Agus Mulyana Optimistis Timnas Menang Lawan Korsel
SAH! Prabowo-Gibran Presiden & Wapres 2024-2029
Bey Ingin Sumedang Kembali Jadi Paradijs van Java
Bonus Demografi Sumber Daya Pembangunan Produktif

Editorial



    sponsored links