blog counter

Rusia Diduga Bakal Hancurkan Infrastruktur Energi, Ukraina Minta Warga Bersiap Tinggalkan Ibu Kota

  • Senin, 7 November 2022 | 10:13:00 WIB
  • 0 Komentar


Rusia Diduga Bakal Hancurkan Infrastruktur Energi, Ukraina Minta Warga Bersiap Tinggalkan Ibu Kota
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di fasilitas infrastruktur energi yang rusak akibat serangan rudal Rusia di wilayah Rivne, Ukraina, Oktober lalu. (Reuters)

JuaraNews, Bandung - Walikota Kiev, Ukraina, Vitali Klitschko meminta agar penduduknya bersiap menghadapi skenario terburuk atas serangan Rusia. Pemerintah ibukota Ukraina itu kini tengah mempersiapkan upaya evakuasi bagi warganya menyusul dugaan rencana penyerangan Rusia pada infrastruktur energi di negara itu.


Selain itu, dikatakan Klitschko, pemerintah Kiev pun berencana untuk memadamkan listrik secara total seperti dikutip dari Jerusalem Post.


“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mencegah (kemungkinan pemadaman listrik). Tetapi, jujur saja, musuh kami melakukan segalanya untuk meninggalkan kota tanpa panas, tanpa listrik, tanpa pasokan air," ucap Klitschko dalam sebuah wawancara TV akhir pekan kemarin.


Lebih lanjut Klitschko menyarankan agar warganya bersiaga meninggalkan kota dan tinggal bersama teman atau keluarga di wilayah lain.


“Jika Anda memiliki keluarga besar…, atau teman-teman di luar Kiev, di mana ada pasokan air, oven, pemanas yang mandiri, harap diingat kemungkinan untuk tinggal di sana untuk jangka waktu tertentu,” kata Klitschko


Mengenai minimnya pasokan enegeri di Ukraina itu, Reuters merilis, pada Senin (07/11/2022), pasokan listrik di Ukraina diproyeksikan mengalami defisit 32 persen. Prediksi itu diutarakan CEO perusahan pemasok utama energi untuk Kiev YASNO, Sergei Kovalenko.


“(Angka defisit) ini banyak, dan ini force majeure (keadaan yang memaksa),” jelasnya melalui laman Facebook.


Sementara itu, Operator jaringan listrik Ukraina, Ukrenergo, mengungkapkan bahwa konsumsi listrik di negara itu harus dipotong hingga 30 persen. Penutupan darurat lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk melindungi sistem yang telah mengalami serangan rudal besar-besaran

“Dari pukul 6 pagi hingga menjelang malam ini, jadwal pembatasan yang rencananya akan diberlakukan,” tulis perusahaan operator listrik Ukraina itu melalui saluran telegram.


Rencana lembaga-lembaga sektor energi Ukraina itu dilakukan menyusul pernyataan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Ia menuding Rusia akan menyerang infrastruktur energi di negara tersebut.


“Kami juga memahami bahwa negara teroris (maksudnya Rusia—red) sedang memusatkan kekuatan dan sarana untuk kemungkinan pengulangan serangan massal terhadap infrastruktur kami. Pertama-tama energi,” kata Zelensky, dalam pidatonya tadi malam Minggu (6/11/2022) melalui siaran CNN.


Untuk penyerangan ini, kata Zelensky, Rusia mengandalkan Drone Iran. Kami sedang bersiap untuk merespons,” ucapnya.


Sayang, ihwal keterlibatan Iran sebagaimana dituduhkannya, Zelensky tidak menjelaskan secara rinci. Dirinya hanya menyebut Iran membantu Rusia memperpanjang perang itu.


"Seluruh dunia akan tahu bahwa rezim Iran membantu Rusia memperpanjang perang ini. Jika bukan karena pasokan senjata Iran ke Rusia, kami mungkin lebih dekat ke kedamaian sekarang," katanya.(*)

Aep

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Media AS Sebut PHK Massal Bakal Dilakukan Facebook Facebook Pekan Ini
Rusia Diduga Bakal Hancurkan Infrastruktur Energi, Ukraina Minta Warga Bersiap Tinggalkan Ibu Kota
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads