blog counter

Hot News


Opini


    Ini Lima Temuan Komnas HAM Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

    • Kamis, 1 September 2022 | 22:46:00 WIB
    • 0 Komentar


    Ini Lima Temuan Komnas HAM Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
    Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (foto: iNews.id)

    JAKARTA, Juaranews – Komnas HAM telah menyerahkan laporan rekomendasi kasus pembunuhan berencana mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir J ke Mabes Polri, Kamis, (1/09/2022). Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengatakan Komnas HAM menyimpulkan lima point terkait kasus pembunuhan Brigadir J itu.

    "Saya akan membacakan bagian terakhir dari rilis Komnas HAM, yaitu kesimpulan dan rekomendasi," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. Dari keseluruhan hasil penyelidikan atas peristiwa tersebut, ujar Beka, dapat disimpulkan sebagai berikut:

    1. Telah terjadi peristiwa kematian Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Eks Kadiv Popam Irjen FS di Duren Tiga No 46, Jakarta Selatan.
    2. Pembunuhan Brigadir J merupakan extrajudicial killing.
    3. Berdasarkan hasil autopsi pertama dan kedua, ditemukan fakta bahwa tidak ad penyiksaan terhadap Brigadir J, melainkan luka tembak. Penyebab kematian adalah 2 luka tembak, yang satu di kepala dan yang satu di dada sebelah kanan.
    4. Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC di Magelang tanggal 7 Juli 2022.
    5. Terjadi obstruction of justice dalam penanganan dan pengungkapan peristiwa kematian Brigadir J.


    Mengenai dugaan kasus pelecehan seksual, berdasarkan temuan Komnas HAM terjadi di Magelang.

    "Setelah analisis faktual Konstruksi peristiwa disampaikan terkait peristiwa kematian Brigadir J extrajudical killing. Ada dugaan kekerasan seksual di Magelang menjadi latar belakang, terkait dengan perencanaan pembunuhan," ujar Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

    Ihwal terjadinya dugaan kekerasan seksual itu, diungkapkan oleh Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, terjadi di Magelang. Menurut Choirul Anam, ketika itu, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tengah merayakan HUT pernikahan mereka. Kekerasan seksual itu terjadi ketika Ferdy Sambo sedang tak ada di lokasi kejadian.

    "Saat FS tidak berada di Magelang (peristiwa kekerasan seksual)," kata Choirul.

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads