blog counter

Hot News


Opini


    Pemerintah Siapkan Bansos jika Harga BBM Subsidi Naik

    • Jumat, 26 Agustus 2022 | 21:08:00 WIB
    • 0 Komentar


    Pemerintah Siapkan Bansos jika Harga BBM Subsidi Naik
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: antarafoto)

    JuaraNews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah siap menyalurkan bantuan sosial (bansos) jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan.

     

    Airlangga mengatakan program bansos untuk memitigasi dampak negatif ke perekonomian masyarakat dengan adanya kenaikan harga energi.

     

    "Ya, tentu perlindungan sosialnya akan kita tebalkan. Kita sudah punya banyak sistem yang sudah dilakukan selama dalam Komite Penanganan Covid-19 dan PEN," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

     

    Dia menuturkan, jajaran menteri masih merumuskan bansos tersebut termasuk skenario kebijakan harga BBM di tengah semakin menipisnya kuota BBM jenis Pertalite dan beban anggaran APBN yang terus melonjak.

     

    "Selain dampak ke kegiatan konsumsi masyarakat, pemerintah juga sedang mengalkulasi dampak dari rencana kenaikan harga BBM terhadap kegiatan industri," ujarnya.

     

    Kenaikan harga BBM akan memengaruhi daya beli atau permintaan konsumen. Selain itu, juga laju inflasi yang akan berimbas pada jalannya roda usaha.

     

    "Tentu ada dampak, baik terhadap industri, terhadap volume yang akan diserap kemudian juga akan berpengaruh sedikit juga terhadap daya beli dan juga berpengaruh terhadap inflasi. Nah, itu semua sedang dikalkulasi," tuturnya.

     

    Airlangga mengatakan, jajaran menteri masih mengevaluasi rencana perubahan harga BBM Pertalite hingga 1-2 hari ke depan sebelum dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan ini. Pemerintah harus menyiapkan sejumlah skema terkait perubahan kebijakan harga BBM Pertalite agar kuota BBM yang disubsidi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun sesuai pagu APBN 2022.

     

    Adapun belanja subsidi dan kompensasi yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp502,4 triliun, yang terdiri atas subsidi energi Rp208,9 triliun dan kompensasi energi sebesar Rp293,5 triliun. Sementara saat ini kuota subsidi Pertalite hanya tersisa 6 juta kiloliter dari 23 juta kiloliter subsidi yang disepakati hingga akhir 2022. Dengan sisa kuota tersebut, pemerintah memperkirakan Pertalite subsidi akan habis pada Oktober 2022.

     

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada menteri agar perubahan harga Pertalite diputuskan secara hati-hati dan dikalkulasikan dengan matang agar tidak menurunkan daya beli rakyat dan tak menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

     

    "Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi semuanya harus diputuskan dengan hati-hati, dikalkulasi dampaknya jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga," ucap Jokowi. (*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads