blog counter

Hot News


Opini


    Perayaan Tahun Baru Imlek 2573, Warga Diimbau tak Timbulkan Kerumunan

    • Senin, 31 Januari 2022 | 21:44:00 WIB
    • 0 Komentar


    Perayaan Tahun Baru Imlek 2573, Warga Diimbau tak Timbulkan Kerumunan

    JuaraNews, Bandung - Tahun Baru Imlek  2573 Kongzili akan dirayakan pada Selasa (1/2/2022). Seiring lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia beberapa pekan terakhir ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengimbau agar tempat ibadah seperti vihara untuk diatur pola terbaik dalam beribadah agar kegiatan tidak menimbulkan kerumunan.

     

    "Untuk vihara diimbau diatur kedatangan umat, mungkin tidak semua datang di waktu bersamaan, tapi diatur durasi waktu dan jam kedatangan. Sehingga semua bisa melakukan ibadah tapi tidak bertumpuk dalam satu titik waktu karena ini berpotensi memperparah situasi pandemi," kata Kang Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (31/1/2022).

     

    Dalam perayaan Tahun Baru China ini, Emil memperkirakan tidak akan padat seperti libur panjang pergantian tahun, atau perayaan Hari Raya Idul Fitri. Namun ia tetap mewanti-wanti agar warga yang hendak beribadah menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

     

    "Kalau saya amati, dari pengalaman Tahun Baru Imlek itu tidak padat-padat amat, yang penting ke sana pakai masker, kalau bisa di-double, kemudian memantau kerumunan dengan tindakan yang terukur," pintanya.

     

    Momen Tahun Baru Imlek ini juga bersamaan dengan hari libur kejepit nasional. Akhirnya banyak pegawai swasta yang melakukan cuti untuk sejenak menikmati liburan dan bepergian ke tempat wisata.

     

    "Jadi memang hari ini hari kejepit, ya. Besok libur dan kemarin libur. Hari Senin ini saya lihat banyak yang ambil cuti juga di beberapa institusi swasta. Karena kebijakannya memang tidak digeser, artinya sebagian masyarakat cenderung mengambil opsi libur panjang sampai besok," sebutnya.

     

    Karena itu, Gubernur meminta Polda Jabar untuk memantau secara langsung pergerakan warga yang berkumpul di tempat wisata. Bagi pengelola wisata juga wajib menerapkan dengan tegas aplikasi PeduliLindungi untuk mematikan yang datang adalah orang-orang yang sudah terlindungi.

     

    "Titip kepada Kepolisian untuk memonitor, kalau ada tempat wisata yang melakukan pelanggaran melebihi kapasitas, berkerumun yang tidak terkendalikan untuk segera di lapangan diambil tindakan. Karena hanya dengan itu kita bisa tetap hidup normal produktif walaupun sedang Covid-19," pungkasnya. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Komisi IV DPRD Jabar Dorong Penyelesaian Tol Cisumdawu Arah ke BIJB
    Wagub Jabar Bantu Perbaikan Rumah Undang yang Dirobohkan Rentenir
    Belum Selesai Dibangun, Tarif Jalan Tol Cisumdawu Sudah Mau Naik Lagi
    Edukasi Penanggulangan Stunting Harus Massif dan Bersama-sama
    Cegah Terjadi Maladministrasi, Ombudsman Jabar Minta Penarikan Uang Sumbangan Siswa Dihentikan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads