blog counter

Hari Guru Nasional, Kesejahteraan Tenaga Pendidik Masih Jadi Sorotan

  • Kamis, 25 November 2021 | 12:23:00 WIB
  • 0 Komentar


Hari Guru Nasional, Kesejahteraan Tenaga Pendidik Masih Jadi Sorotan

 

JuaraNews, Bandung - Setiap 25 November di peringati sebagai Hari Guru Nasional, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik honorer dalam dunia pendidikan masih menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya dari gerakan Gerakan Mahasiswa Pasundan.


Kepala Departemen Pendidikan Gerakan Mahasiswa Pasundan Yogi Yoga Swara mengatakan, guru merupakan salah satu sumber daya manusia yang penting dan sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan.


Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tapa didukung oleh guru yang sejahtera.


"Guru dituntut untuk memiliki kinerja yang tinggi untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia, terutama para generasi mudanya. Guru adalah pokok vital yang ada di dalam pendidikan, seringkali kita menemukan kehidupan guru di negeri ini masih sangat kurang layak," kata saat di hubungi wartawan, Kamis (25/11/2021).

 

Dia mengungkapkan, nasib para guru di negeri ini masih banyak yang memprihatinkan. Contohnya guru-guru swasta yang gajinya masih di bawah kata standar, hanya berkisaran Rp300.000 perbulan. Gaji tersebut, akhirnya berdampak buru bagi kualitas pendidikan.


"Lalu di mana peran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan para pendidik? Bukankah Undang-undang Guru dan Dosen pasal 14 ayat 1 meyatakan bahwa guru berhak mendapatkan penghasilan di atas kebutuhan minimum dan kesejahteraan sosial. Namun, nampaknya, pemerintah baik pusat maupun daerah belum hadir dalam melaksanakan amanat Undang-undang untuk guru honorer," ungkapnya.


Yoga menyebut bahwa angin segar sempat terhembus dari pemerintah pusat, saat itu Presiden Jokowi sempat heran dengan gaji guru honorer. Berarti pucuk pimpinan pengayom guru telah mendengar keluh kesah pahlawan yang sangat berjasa ini.


"Dengan demikian, kemungkinan besar pemerintah akan segera memberikan upaya nyata agar tidak terjadi lagi gap antara guru abdi negara dengan guru kontrak negara," tuturnya.


Bukan hanya itu, Yoga juga menyoroti, kabar baik muncul dari program PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Pemerintah pusat telah mengeluarkan peraturan yang intinya guru PPPK akan mempunyai gaji yang setara dengan rekan-rekannya di PNS, hanya saja mereka tidak menerima pensiun.


"Menyoal hal tersebut dirasa menjadi bagian kebijakan yang tidak sepenuhnya memihak dan memenuhi kebutuhan para guru di Indonesia. Skema PPPK telah dianggap memberikan ketidakpastian kehidupan bagi guru," paparnya.


Menurut Yoga, pemerintah perlu memastikan ke depannya bahwa tindakan pemberhentian terhadap guru yang berstatus PPPK harus dilandaskan dengan pertimbangan kinerja dan profesionalitas bukan semata-mata akan kepentingan politis.


"Harapan saya di Hari Guru 2021 ini Jika skema PPPK pada guru ini terus diterapkan, maka perlunya peran aktif dan kontrol penuh dari pihak pemerintah agar pos formasi guru yang berstatus PPPK ini tidak disalahgunakan," ucapnya.


"Jika pemerintah memiliki fokus tujuan utama untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan kesejahteran guru di Indonesia, maka pemerintah sebaiknya mengambil langkah yang dominan terkait kebijakan dengan ukuran yang tepat dan fokus pada kesejahteraan dan kompetensi guru di Indonesia," tandasnya. (*)

bas

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads