PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Korban Peluru Nyasar Dirawat di RSHS Bandung Kondisinya Membaik

    • Rabu, 24 November 2021 | 13:06:00 WIB
    • 0 Komentar


    Korban Peluru Nyasar Dirawat di RSHS Bandung Kondisinya Membaik
    Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, drg. Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc istimewa

     

    JuaraNews, Bandung - MA anak 10 tahun korban peluru nyasar di Kampung Babakan Cianjur, RT 6 RW 3, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.


    Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, drg. Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc mengatakan, saat ini kondisi bocah tersebut dalam kondisi membaik setelah dilakukan operasi pengangkatan peluru di bagian punggungnya.


    "Berdasarkan hasil kondisi saat ini kondisi pasien tersebut makin membaik, sudah bisa berkomunikasi, sudah dapat melakukan orientasi juga dengan baik, meski masih dipasang inpus. Mudah-mudahan pasien ini akan makin pulih," katanya dalam keterangan persnya, Rabu (24/11/2021).


    Dia menjelaskan bahwa sebelumnya RSHS Bandung menerima pasien rujukan berinisial MA (10) dari Rumah Sakit Cililin pada Senin 22 November 2021 pukul 02.00 WIB dini hari.


    Kamaruzzaman menyampaikan, sesampainya di RSHS Bandung MA langsung mendapatkan pelayanan secara insentif untuk mengeluarkan peluru yang bersarang ditubuhnya.


    "Pasien tersebut langsung kita berikan pelayanan di IGD dengan tindakan triase dan sebagainya. Kemudian dilakukan pengeluaran proyektil peluru yang ada di area pinggang tengah punggung belakang. Dan terus diberikan perawatan seterusnya," jelasnya.


    Diberitakan sebelumnya, MA menjadi korban peluru nyasar yang menembus dari punggungnya, lalu bersarang di badannya.


    Berdasarkan keterangan dari saksi mata, Syarif Hidayat (43) menuturkan, korban peluru nyasar dialami pada Minggu 21 November 2021 malam, sekitar pukul 20.00 WIB.


    Saat itu Syarif mengaku sedang di teras rumah korban peluru nyasar. Dia bersama korban dan bapaknya yang sedang memperbaiki telepon seluler.

    Menurut dia, kejadian tersebut tidak didului oleh bunyi ledakan atau tembakan. Korban juga tidak teriak saat peluru nyasar menghujam punggungnya.


    "Anak ini sedang membungkuk, lihat ke HP yang lagi dipegang bapaknya. Tiba-tiba ada suara 'pletak' seperti suara pantulan benda kena tembok, habis itu banyak darah keluar dari punggung anak ini," kata Syarif di rumah korban. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Korban Peluru Nyasar Dirawat di RSHS Bandung Kondisinya Membaik
    Pemkot Bandung Gencarkan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok
    Pembangunan Rumah Deret Tamansari Ditargetkan Rampung Desember Mendatang
    Banyak yang tak Patuhi Prokes, Pengoperasian Alun-Alun Bandung Dievaluasi
    Antisipasi Potensi Bencana saat Musim Hujan, Basarnas dan JQR Latih Relawan Kebencanaan
    Berita Terdahulu
    Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads