Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    DPRD Menilai Pempov Jabar Terlalu Memaksakan Program Petani Milenial



    DPRD Menilai Pempov Jabar Terlalu Memaksakan Program Petani Milenial
    Ketua Komisi V DPRD Jabar,Dadang Kurniawan (Abbas)

     

     

    JuaraNews, Bandung - Pempov Jabar berencana meluncurkan program Petani milenial pada Maret ini. program yang memiliki solusi untuk mengurangi pengangguran di masa pandemi Covid-19.


    Menanggapi itu, Komisi V DPRD Jabar Dadang Kurniawan mengatakan sebaiknya Pempov Jabar tidak memaksakan program tersebut. Meskipun Program pencetakan 5 ribu petani Milenial digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu disambut dengan baik ditengah masyarakat.


    "Salah satu program Petani milenial itu disambut dengan baik ditengah masyarakat tetapi mungkin keluhannya masyarakat harus didengar juga," katanya, Sabtu (20/3/2021).


    Dia mengatakan keluhan masyarakat itu berkaitan dengan tidak semua daerah mendapatkan program tersebut. selain itu produk yang akan ditanampun nantinya harus ditentukan oleh Pempov Jabar.


    "Menurut pandangan saya pemerintah terlalu memaksakan. Harus di ingat juga kita tidak harus fokus pada satu daerah. Bicara petani milinial ini jangan terlalu dipaksakan dengan produk yang di inginkan oleh Pempov Jabar," ungkapnya.

     

    Tak hanya itu, Dadung mengungkapkan bahwa di tengah produksi pertanian yang turun. Tapi daya serap pasar merendah itu diakui karena adanya keterbatasan pasar sehingga menyebabkan daya beli berkurang.


    "Jadi pada saat ini yang pada akhirnya para petani seperti melempar dadu, tanaman baik, harga tidak baik," ungkapnya.


    Oleh karena itu, sambung Dadung, peran pemerintah sangat penting untuk membantu para petani yang sedang dalam kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

     

    "Ada sesuatu yang unik pada hari ini terhadap para petani, meskipun bukan komisi saya, tapi ini menyangkut ketenagakerjaan dan daya beli," jelasnya.


    "Dalam upaya yang disebut masyarakat miskin baru dengan menggunakan hasil produk dengan hasil pertanian di daerah masing-masing," tutupnya. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sambil Ngabuburit, Ketum AHY Silaturahmi dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu
    Silaturahmi Kebangsaan AHY dan Ahmad Syaikhu, Bahas Penanganan Pandemi Covid-19
    Sekolah Murid Merdeka Buka Layanan Sekolah PAUD Gratis
    Pelaku UMKM dan Koperasi Jadi Bidikan BPJS Kesehatan untuk Program JKN-KIS
    KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, DPR RI: Perlu Peremajaan Alutsista Indonesia
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Bank BJB kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads