ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Gerakan Kebiasaan Bermasker Melalui Pendekatan Agama
    (bnpb.go.id) dialog di Media Center Gugus Tugas, Jakarta.

    Gerakan Kebiasaan Bermasker Melalui Pendekatan Agama

    JuaraNews, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan memfokuskan gerakan membiasakan bermasker selama dua minggu ke depan. Penggunaan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, melainkan juga juga orang lain.

    Strategi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pendekatan keagamaan melalui sosialisasi maupun peran serta tokoh agama.

     Koordinator Satgas Covid, Nahdlatul Ulama (NU), dr. Muhammad Makky Zamzami MARS, menjelaskan, NU turut mengampanyekan gerakan bermasker melalui media sosial. Dengan cara membuat twibbon “Saya NU dan saya bermasker”. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, nelainkan juga oleh para kyai.

     “Para tokoh-tokoh kita pasangkan dengan quote-nya ‘Saya NU, dan saya bermasker’, ada Gus Mus ada Kyai Said,” ujar Makky dalam dialog di Media Center Gugus Tugas, Jakarta, Jumat (7/8).

     Selain itu, perwakilan dari Gerakan Masjid Bangkit, drg. Arief Rosyid Hasan, M.KM, menyatakan bersama Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, Gerakan Masjid Bangkit telah berkoordinasi dengan hampir satu juta masjid yang tersebar di seluruh Indonesia untuk terus menggaungkan penerapan protokol kesehatan setelah melakukan adzan shalat subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya.

    “Pakai masker dan dua yang lain ya, menjaga jarak, dan mencuci tangan, berulang-ulang sekarang kita sampaikan ke pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk melakukan itu,” kata Arief yang juga  Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia.

     Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Centre Pusat (MCCC), Deni Wahyudi Kurniawan, Muhammadiyah juga ikut serta dalam membiasakan gerakan bermasker ini melalui edukasi dan sosialisasi. Lewat penjelasan mengenai panduan menggunakan masker yang baik hingga membagikan sekitar 432.ribu masker ke seluruh relawan Muhammadiyah yang tersebar.

     “Kita dorong supaya mereka mengerti dengan kampanye melalui sosial media dan juga panduan, lalu kita memberikan sebisa mungkin maskernya kepada masyarakat,” ucap Deni melalui ruang dialog digital.

     Sementara itu, Ketua Umum Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI). Subur Rojinawi, menjelaskan, PBI yang merupakan gabungan dari sekitar 86 lembaga NGO telah turut bergerak langsung untuk membagikan masker langsung kepada masyarakat.

    “Komunitas bergerak secara langsung untuk terjun ke lapangan dengan menargetkan pasar, jalan, dan sekolah yang sudah mulai masuk baik di Jakarta maupun di daerah guna membagikan masker,” ungkap Subur.

    Jika kyai dan ustadz bermasker

    Menurut Dokter Makky, Gerakan Membiasakan Bermasker butuh waktu disertai edukasi yang terus menerus disampaikan kepada masyarakat. Sejalan dengan Makky, juga setuju, kebiasaan menggunakan masker membutuhkan adaptasi. Namun, ia menambahkan,keteladanan menjadi kunci pembiasaan menggunakan masker.

    Menurut Deni, peran penting tokoh agama dalam mensosialisasikan penggunaan masker dan protokol kesehatan kepada masyarakat.

    “Apabila kyai, ustadz, DKM, mengisyaratkan untuk memakai masker ketika berada di lingkungan manapun, kiranya masyarakat akan mengikuti dan mencontoh hal tersebut,” kata Deni.

    Manfaatkan kekuatan  budaya

    Subur juga menambahkan, kebiasaan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya membutuhkan kolaborasi bersama untuk mengantisipasi kondisi masyarakat.

    Terakhir, Arief menegaskan langkah-langkah yang berlandaskan lokalitas budaya juga diperlukan ketika melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Penggunaan bahasa daerah dan penyederhanaan informasi dapat menjadi alternatif cara penyampaian secara langsung.

     “Kekuatan budaya Indonesia yang luar biasa harus dimanfaatkan, kita harus bisa memetakan potensi masyarakat daerah, karena lokalitas masing-masing yang berbeda,” kata Arief. (*)

     

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Solidaritas Sesama di Tengah Pandemi, PSI Jabar Bagikan Nasi Bungkus
    DPRD Jabar Tak Ingin Ada Klaster Baru Covid-19 di Pilkada Serentak
    Tekan Kasus Positif Covid-19,  Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus
    Keselamatan Tenaga Kesehatan Sama Pentingnya dengan Pasien
    DPRD Jabar Rencanakan UKK Akhir Bulan Ini
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads