Terpapar Covid-19 Bukan Aib, Segera Isolasi Mandiri dan Periksa Kesehatan - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Terpapar Covid-19 Bukan Aib, Segera Isolasi Mandiri dan Periksa Kesehatan
    Sekda Kota Bandung Ema Sumarna

    Terpapar Covid-19 Bukan Aib, Segera Isolasi Mandiri dan Periksa Kesehatan

    JuaraNews, Bandung – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, terjangkit Covid-19 bukan aib yang harus disembunyikan.

     

    Sebaliknya, jika mengalami gejala terjangkit Covid-19 harus segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan dan mengisolasi secara mandiri.

     

    "Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa orang yang terpapar Covid-19 ini bukan aib. Jadi kalau terdeteksi itu tidak usah disembunyikan. Justru kalau terdeteksi diwajibkan isolasi mandiri terlebih dahulu. Apabila disembunyikan akan menjadi pekerjaan berat bagi Pemkot Bandung," ujar Ema di Balai Kota Bandung, Selasa (28/4/2020).

     

    Ema meminta setiap warga Kota Bandung mempunyai tanggung jawab moral dengan melindung dirinya dan orang lain. Ia mengimbau, jika mengalami gejala-gejala seperti terjangkit virus corona, maka harus segera menghubungi 119 atau gugus tugas di kewilayahan.

     

    "Kami meminta kepada semua warga Kota Bandung agar mengambil sikap jujur dan bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain agar wabah ini dapat ditekan penyebarannya," pintanya.

     

    Sebelumnya, salah satu karyawan minimarket di daerah Antapani Kota Bandung positif terpapar Covid-19. Karena tak ingin diisolasi dan dijauhi, karyawan yang bersangkutan tidak jujur tentang kondisi tubuhnya.

     

    "Pada awal April, tenaga medis sudah memperingatkan agar orang yang bersangkutan harus segera isolasi mandiri. Mungkin karena alasan ekonomi atau perintah pimpinannya, ia tetap bekerja. Kemudian berinteraksi dengan orang lain dan konsumen, pada akhirnya toko itu ditutup. Nah itu dampaknya," ucapnya.

     

    Ema berharap kejadian itu tidak terulang kembali dengan menerapkan standar pengamanan kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

     

    "Toko modern saat ini tidak ada persoalan, kalau mau beroperasi ya silakan. Jam operasional itu harus dipatuhi, setiap kantor usaha juga harus mengecek karyawannya. Bila perlu rapid test massal, mulai dari manajemen dan seluruh karyawan di perusahaan itu," imbaunya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Siang dan Malam Hari, Kota Bandung Hujan Ringan
    Bandung Youth Care Bagikan 1.000 Opor Bagi Penghuni Kos
    Siang Hari Ini Kota Bandung dan Sekitarnya Diprediksi Hujan Ringan
    Oded Imbau Warga Rayakan Idulfitri di Rumah dan Tak Mudik Lokal
    Shalat Ied di Pendopo, Oded dan Keluarga Diimami Menantu
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads