blog counter

Soeharto Bakal Diangkat Pahlawan Pada November 2022, Ini Perjuangannya

  • Kamis, 3 November 2022 | 17:19:00 WIB
  • 0 Komentar


Soeharto Bakal Diangkat Pahlawan Pada November 2022, Ini Perjuangannya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto hingga Raden Rubini. (Setpres).

JuaraNews, Jakarta – Tahun ini, gelar pahlawan akan diberikan kepada lima tokoh Indonesia oleh Presiden Jokowi. Mereka merupakan tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan Republik Indonesia. Salah satunya Soeharto asal Jawa Tengah.


"Tahun ini memberikan lima (gelar pahlawan nasional) kepada tokoh-tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan negara Republik Indonesia melalui perjuangan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan-pembangunan sehingga kita eksis sampai sekarang sebagai negara yang berdaulat," ujar Mahfud dalam keterangannya, Kamis (3/11/2022).


“Pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Soeharto dari Jawa Tengah,” tulis Mahfud.


Beliau lanjut Mahfud, dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan, almarhum Soeharto ikut serta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Tanah Air.


"Ikut pembangunan departemen store syariah dan pembangunan Monumen Nasional serta Masjid Istiqlal dan pembangunan Rumah Sakit Jakarta serta salah seorang pendiri berdirinya IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," kata Mahfud.


Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Soeharto merupakan seorang dokter. Ia adalah dokter pribadi Presiden Soekarno. Tokoh yang lahir pada 24 Desember 1908 di Tegalgondo, Solo ini pernah diusulkan untuk menjadi pahlawan pada masa pemerintahan Megawati, namun gelar itu baru dapat disematkan pada tahun 2022.


Pada masa Soekarno, Dr. dr. R, Soeharto pernah juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas. Selain itu, dokter yang memiliki pangkat militer Mayor Jenderal ini, tercatat juga sebagai salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).


Sementara itu, keterlibatannya pada IDI, dimulai sejak didirikannya lembaga tersebut pada tahun 1950. Ia merupakan salah satu pengagas lembaga yang menghimpun para dokter di Indonesia itu. Dalam bidang yang digelutinya itu, Dr. Soeharto juga merupakan inisiator program Keluarga Berencana (KB). Sebagai inisiator, sosok yang wafat pada tahun 2000 ini pun merupakan ketua pertama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).(*)

Aep

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads