blog counter

Hot News


Opini


    Ketua PP IKAUPI 2022-2027: Perguruan Tinggi Punya Cita-cita Tapi Kurang Pertimbangan Industrial

    • Senin, 31 Oktober 2022 | 12:38:00 WIB
    • 0 Komentar


    Ketua PP IKAUPI 2022-2027: Perguruan Tinggi Punya Cita-cita Tapi Kurang Pertimbangan Industrial
    Ketua PP IKA UPI 2022-2027, Enggartiasto Lukita (ketiga dari kiri) saat penandatanganan MoU dengan sejumlah mitra kerjasama (istimewa)

    JuaraNews, Bandung - Kepengurusan IKA UPI memasuki babak baru. Usai pelantikan pengurus masa bakti 2022-2027, IKA UPI melakukan sejumlah penandatangan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerjasama (PKs) dengan sejumlah mitra kolaborasi terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salahsatunya dengan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Barat. Selain MBKM, penandatangan MoU dan PKs itu pun merupakan upaya memberikan kemudahan bagi para pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) IKA UPI dalam mendapatkan layanan dari mitra kerjasama mulai dari mulai klinik, hotel, restoran, kafe, hingga sekolah.


    “Secara khusus dengan Apindo Jawa Barat, kesepahaman ini didesain untuk menjawab tantangan program MBKM,” ujar Ketua baru Pengurus Pusat (PP) IKA UPI, Enggartiasto Lukita seusai pelantikan dan penandatanganan MoU serta Perjanjian Kerjasama itu di Kampus UPI, Setiabudhi, Bandung pada Jumat, (28/10/2022) lalu.


    Lebih lanjut Enggar memaparkan upaya itu pun merupakan respon atas kebutuhan penyiapan tenaga-tenaga profesional yang ada di lapangan hingga pembuatan lembaga sertifikasi dan meningkatkan keahlian.


    “Itu semua prakarsa dari kami. Dan, tanpa diminta secra resmi, kami menawarkan dan menyampaikan ini secara resmi sebagai bukti dari komitmen kami semua para alumni untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi kampus Bumi Siliwangi tercinta yang telah membentuk kami semua seperti ini,” urainya.


    Enggar pun menilai selama ini perguruan tinggi memiliki keinginan dan cita-cita tetapi kurang diikuti dengan perhitungan atau pertimbangan bisnis. Untuk itu, dalam rangkaian pelatikan PP IKA UPI 2022-2027 ini pun dihelat agenda B Universe Goes to Campus sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan industri media dengan mahasiswa.


    “Kami memiliki kelompok usaha media dan kami terpanggil juga untuk bekerja sama dengan almamater. Tempo hari pada saat penutupan Kongres VI IKA UPI, Pak Dekan FPSD (Fakultas Pendidikan Seni dan Desain) begitu bersemangat melaporkan untuk mencoba berkolaborasi, minimal adalah dalam pembentukan atau pembuatan studio televisi. Kami kebetulan sedang membuat tambahan tiga studio baru. Dengan kolaborasi ini, mahasiswa-mahasiswa Prodi Film dan Televisi (FTV) bisa mendapatkan pembinaan. Dan, mahasiswa terbaik langsung kami rekrut,” jelas sosok yang pernah menjadi orang nomor satu di Kementerian Perdagangan RI itu.


    Executive Chairman B Universe ini menegaskan tekadnya untuk terus bergerak, berkembang ke seluruh Indonesia. Saat ini, jaringan televisi BTV hadir di 80 kota, berkolaborasi dengan tasiun TV lokal. Dengan regulasi bahwa setiap stasiun TV lokal harus menyajikan sedikitnya 10 persen siaran lokal, maka peluang lulusan untuk menjadi bagian dari semesta media B Universe menjadi sangat besar.


    “Bagi mereka yang mau dan menunjukkan kinerja baik selama magang, kami akan rekrut. Demikian juga dengan Prodi Ilmu Komunikasi maupun prodi lain yang relevan. Itu antara lain yang akan kita lakukan,” tandas Enggar.


    Bagi Enggar yang lulusan Bahasa Inggris IKIP Bandung/UPI angkatan 1970 itu, upaya IKA UPI juga alumni secara personal merupakan upaya membalas budi kepada almamater. Menurutnya, perjalanan bisnis maupun politik yang ditempuhnya tidak bisa lepas dari pengalaman selama ditempa dan dibesarkan di kampus.


    “Sebagai alumni, kami ingin sekali berpartisipasi dan berkontribusi memberikan sumbangsih pemikiran dari pengalaman di lapangan setelah kami selesai. Apakah ilmu yang kami dapatkan sesuai dengan kebutuhan lapangan atau tidak? Dan, apa saja kekurangannya? Kami berharap keterbukaan dari UPI untuk mau menerima masukan atas kebutuhan-kebutuhan di lapangan. Kebutuhan dunia kerja. Dunia usaha yang memang sudah terus berubah,” pungkas Enggar.(*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Investasi Bodong KSP Indosurya Kembali Diusut, Kabareskrim: Agar Ada Efek Jera
    Sembari Wisata Rohani, Teh Ninik Bagikan Puluhan Paket Iqro dan Al Quran
    Lesbumi NU Jabar Gelar Pameran Seni Rupa
    Anggota DPRD Jabar Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Judi Online dan Togel
    Tinjau Komponen Biaya Haji, Rombongan Komisi VIII DPR Berangkat ke Arab Saudi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads