blog counter

Hot News


Opini


    Gara-gara Terkam Petani, Seekor Macan Kumbang Mati Setelah 15 Menit Bertarung

    • Senin, 12 September 2022 | 21:16:00 WIB
    • 0 Komentar


    Gara-gara Terkam Petani, Seekor Macan Kumbang Mati Setelah 15 Menit Bertarung
    Macan Kumbang Mati Setelah Menerkam Petani di Kaki Gunung Kareumbi (Foto: Ist)

    SUMEDANG, Juaranews – Seekor Macan Kumbang sebesar kambing menerkam tiga petani di kaki Gunung Kareumbi. Mendapat serangan itu, ketiganya terpaksa berduel melawan macan kumbang yang menerkamnya hingga mengalami luka cakar di beberapa bagian tubuh. Sementara sang macan kumbang akhirnya menjemput ajal

    Siang itu Rabu (7/9/2022), tiga orang petani asal Dusun Situhiang RT 04/08 Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang tengah berkebun di lahan yang garapannya. Lahan kebun itu berjarak sekitar dua kilometer dari batas Taman Buru Masigit-Kareumbi (TMBMK).

    Tengah asik berkebun, tiba-tiba salah seorang petani, Udes Saepudin (40), mendengar suara dari bawah rumpun bambu. Terang saja, suara itu membuatnya penasaran, seraya mendekati sumber suara yang didengarnya itu. Ketika mendekat, tiba-tiba dari arah rumpun bambu seekor macan kumbang menerkamnya.

    Mendapat serangan mendadak itu, Ude berusaha melawan sekuat tenaganya, sambil berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan Udes, kedua temannya, Adi (30) dan Didin (46) segera memberikan pertolongan, mereka pun akhirnya terlibat pergumulan dengan Maung Hideung itu. Akibatnya, Udes, Adi dan Didin mengalami luka pada tangan, kepala, kaki dan pelipis mata akibat cakaran macan kumbang itu.

    Ketiga petani korban terkaman, mengaku sempat kewalahan melawan macan berukuran sebesar kambing itu. Meski demikian, setelah bertarung sekitar 15 menit, akhirnya macan kumbang itu pun tewas ditenggelamkan ke sungai.

    "Macan kumbang dimasukan ke dalam air sungai sampai mati," kata Udes Saepudin.

    Kepada wartawan, Kepala Desa Tegalmanggung Cecep Ali Hasan membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, akibat kejadian tersebut, masing-masing korban, Udes, Adi, dan Adin mengalami luka cukup serius di bagian kepala, kaki, tangan, dan pelipis mata akibat cakar tajam dari macan kumbang.

    "Saat ini kondisi ketiga korban sudah mulai pulih kembali dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun Udes, korban pertama, masih trauma," jelas Cecep Ali Hasan.

    Lebih lanjut Cecep mengemukakan bahwa macan kumbang yang menyerang warga itu diduga anaknya berumur 2 tahun. Kini bangkai macan kumbang sudah dibawa pihak BKSDA Jabar.

    Selain itu, Cecep pun mengatakan peristiwa hewan buas menyerang petani baru pertama kali terjadi di Tegalmanggung walaupun diketahui hutan Gunung Kareumbi banyak dihuni macan kumbang. Kawasan hutan ini menjadi lokasi pelepasliaran macan kumbang oleh Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar.

     

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads