blog counter

Hot News


Opini


    Lagi 20 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Pencabulan, KPAI: Pelaku Harus Diproses Hukum

    • Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:10:00 WIB
    • 0 Komentar


    Lagi 20 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Pencabulan, KPAI: Pelaku Harus Diproses Hukum
    Komisioner KPAI Retno Listyarti ajukan sejumlah rekomendasi terkait kasus dugaan pencabulan 20 santriwati di Bandung oleh pimpinan pesantren. (Foto: iNews.id)

    JAKARTA, JuaraNews – Pesantren kembali dirundung kasus, sebanyak 20 santriwati sebuah pesantren di Kec. Katapang, Kab. Bandung diduga dicabuli oleh oknum pimpinan pondok pesantren tempat mereka mondok.

    Munculnya kasus-kasus pencabulan terhadap santriwati di pondok pesantren menuai reaksi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI, Retno Listyarti menyoroti adanya relasi kuasa terhadap aksi pencabulan itu. Menurut dia tidak mudah bagi korban anak di bawah umur untuk bicara atau melapor karena khawatir tidak dipercaya dan prestasi belajarnya akan dipermasalahkan oleh pelaku yang memang memiliki relasi kuasa tinggi atas korban.

    “Kemungkinan besar korban merasa malu dan merasa hal ini adalah aib yang harus ditutupi. Dengan korban tidak bicara atau melapor maka pelaku akan melanjutkan kekerasan seksualnya bahkan makin berani dan akan melakukan juga pada korban-korban lain," kata Retno Listyarti, Kamis (18/8/2022) lalu.

    Dengan semakin maraknya kasus pencabulan tersebut, KPAI menyodorkan sejumlah rekomendasi untuk menuntaskan masalah itu. KPAI kata Retno merekomendasikan kepada aparat penegak hukum untuk memberikan proses hukum kepada pelaku agar muncul efek jera bagi oknum-oknum di tempat sejenis untuk tidak lagi melakukan perbuatan serupa.

    “Pelaku merasa aman dan tidak akan pernah ada efek jera jika belum diproses hukum. Hukum harus ditegakkan, korban harus mendapatkan keadilan. Melaporkan pelaku berarti juga menghentikan ada korban lain," tutur Retno Listyarti.

    KPAI melihat perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat, orang tua bahkan anak itu sendiri.

    “Semua pihak harus berpartisipasi untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual," kata Retno.

    Ketika menitipkan anak-anak untuk belajar di pondok pesantren, Retno meminta kepada para orang tua wajib memastikan anaknya akan aman dan terlindungi.

    "Pastikan orang tua dapat memantau perkembangan anak-anaknya termasuk kesehatan mental anak-anak mereka, baik secara daring maupun luring," ucap Retno Listyarti.

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads