Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Temuan PLI, Anak Muda Banyak yang tak Hapal Teks Pancasila dan Sumpah Pemuda

    • Jumat, 29 Oktober 2021 | 07:28:00 WIB
    • 0 Komentar


    Temuan PLI, Anak Muda Banyak yang tak Hapal Teks Pancasila dan Sumpah Pemuda

     

    JuaraNews, Bandung - Pancasila dan Sumpah Pemuda rupanya tidak populer di kalangan anak muda. Temuan Parahyangan Leadership Institut (PLI) menyebut bahwa banyak generasi muda yang tak hafal Pancasila dan Sumpah Pemuda. Tak hanya substansinya, butir silanya pun banyak yang tidak tahu.

     

    "Kami mengamati anak muda zaman now banyak yang tak hapal Pancasila dan teks Sumpah Pemuda." kata Ketua Parahyangan Leadership Institute, Iwa Eka Yogaswara dalam webinar peringatan Sumpah Pemuda, yang diselenggarakan secara gybrid dari Gedung Sate, Bandung, Kamis (28/10/2021).

     

    Iwa mengajak masyarakat untuk membentengi budaya melalui teknologi informasi. "Kami khawatir terhadap serbuan budaya asing melalui teknologi informasi saat ini. Jadi, mari perkuat budaya sendiri dengan menyaring budaya-budaya asing yang kurang baik," katanya.

     

    Oleh karena itu, PLI menggandeng Kesbangpol Pemprov Jabar menyelenggarakan webinar terkait peran serta pemuda-pemudi di masa pandemi. Tema webinar terkait persoalan antara situasi pandemi dan serbuan budaya asing sehingga berpengaruh pada nasionalisme yang ada dalam diri pemuda. Webinar dipandu oleh Sosiolog Garlika Martanegara.

     

    Pembicara lain yang hadir pada webinar tersebut di antaranya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jabar, Rafani Achyar, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia, Eka Mulyana, dan politisi muda, Yoel Yosaphat.

     

    Menurut Rafani Achyar, momentum Sumpah Pemuda ini perlu diperkuat kembali kebhinekaan tunggal ika serta menekankan bahwa semua agama menganut universal dengan titik toleransi yang sangatlah penting bagi Indonesia juga dunia.

     

    Ketua IDI Jabar Eka Mulyana melihat situasi pandemi ini berdampak pada perubahan sosial yang terkesan dadakan serta dipaksakan sehingga mengarah pada budaya global dan memiliki kebudayaan yang sama.

     

    "Contohnya saja bisa dilihat dari budaya sapa dengan cara tak bersentuhan tangan. Padahal, bisa diketahui dari Barat sampai Timur berbagai macam gaya sapa. Tapi, di masa pandemi mengarah pada budaya global yang sama. Di satu sisi memang ada negatifnya karena kami merasa menjadi kurang akrab," katanya.

     

    Selain Iwa, hadir pula pembicara lain di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. H. R. iip Hidajat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H. Rafani Achyar, dan Sosiolog Dr. Wahyu Gunawan.  (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tinjau Banjir Bandang di Garut, Wagub Jabar Janji Segera PerbaikI Jembatan yang Putus
    Lahirkan Relawan Bencana yang Tangguh, Jabar Quick Response Gelar Pelatihan Water Rescue
    Pengurus AMSI Jabar Dilantik, Gelar Seminar Media Siber: Sehat Bisnisnya, Berkualitas Kontennya
    Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda menuju Indonesia Emas 2045
    Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masjid Kembangkan Kencleng Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads