Hot News


JN-TAM

Opini


    Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kota Bandung Sosialisasikan KBPP

    • Selasa, 19 Januari 2021 | 22:31:00 WIB
    • 0 Komentar


    Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kota Bandung Sosialisasikan KBPP
    Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara Istimewa

    JuaraNews, Bandung- Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan karakteristik kematian bayi di tahun 2020 paling banyak terjadi pada saat bayi berusia 0-6 hari, yaitu berjumlah 38 orang. 


    Sedangkan untuk ibu meninggal, sebanyak 14 orang terjadi pada saat nifas dan 42,9 persen penyebab kematiannya akibat pendarahan.


    Menurutnya ada beberapa faktor penyebab kematian Ibu dan bayi, diantaranya yaitu usia Ibu terlalu muda, Ibu tidak ikut KB, masalah gizi, dan juga dilihat dari faktor sosial. Seperti pekerjaan suami, pendidikan ibu dan suami, dan masalah pembiayaan.


    "Apa yang bisa dicegah jauh-jauh hari sebelum kelahiran bayi? Salah satunya dengan mengikuti KB (Keluarga Berencana) dan KBPP (Keluarga Berencana Pasca Persalinan)," terangnya saat mengikuti Workshop Sosialisasi Projek KBPP (Keluarga Berencana Pasca Persalinan) secara virtual. Selasa (19/1/2021).


    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, pada 2019 total kematian bayi berjumlah 114 kasus dan di tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 82 kasus. Sedangkan angka kematian ibu, pada 2019 berjumlah 29 kasus dan di tahun 2020 turun menjadi 28 kasus.


    Ahyani menjelaskan KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan. Sedangkan KBPP bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran/kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.


    "Penyelesaian masalah kematian ibu dan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor aja, tapi harus diselesaikan oleh berbagai sektor sesuai fungsinya," imbuhnya.


    Sementara itu, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Nina Rachman mengungkapkan untuk menekan angka kematian supaya lebih kecil yaitu dengan cara mencegah sejak dini kehamilan yang berisiko. 


    "Bisa dilihat dari siklus usia subur wanita. Untuk itu, kita membuat kader-kader remaja untuk mengingatkan temannya bagaimana mereka menjadi remaja berencana, yang kita sebut sebagai GenRe," terangnya.


    Program GenRe (Generasi Berencana) bertujuan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. 


    "Yaitu anak-anak muda dimatangkan, bagaimana mereka merencanakan. Bagaimana para remaja mengajak teman sebaya untuk menunda perkawinan dini. Termasukbagaimana mereka menyiapkan diri untuk menghadapi usia pernikahan," tandasnya. (*)

     

    Oleh: alvian hamzah / alv

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Soal Varian Baru Corona, Wakil Wali Kota Bandung: Kuncinya Jaga Diri Lewat Prokes
    29.435 Orang di Kota Bandung Telah Menerima Vaksin Covid-19
    Wakil Wali Kota Bandung: Kalau Memungkinkan, Saya Siap Divaksin
    Pengamat: Revisi UU ITE Sebaiknya Lihat Dari Luar Negeri
    Pemkot Bandung bakal Tambah Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads