Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Sosialisasi dan Edukasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Perlu Ditingkatkan

    • Selasa, 12 Januari 2021 | 11:09:00 WIB
    • 0 Komentar


    Sosialisasi dan Edukasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Perlu Ditingkatkan
    Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad (istimewa)

     

    JuaraNews, Bandung - Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan bahwa sosialisasi dan edukasi terkait isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala perlu ditingkatkan.


    Hal itu bertujuan agar tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 dan pusat isolasi nonrumah sakit digunakan oleh pasien Covid-19 dengan gejala.


    "Dasar pemikiran pembuatan pusat isolasi di daerah itu adalah karena disinyalir yang melakukan isolasi mandiri tidak disiplin. Ini wajar karena dilakukan mandiri di rumah dan tidak ada yang mengawasi. Tampaknya perlu sosialisasi tentang isolasi mandiri yang bisa dilakukan oleh masyarakat," kata Daud, Selasa (12/1/2021).


    "Perlu ada komunikasi yang efektif untuk mengubah perilaku masyarakat. Sebaiknya sosialisasikan ini disatukan dengan penegakan aturan supaya masyarakat patuh," imbuhnya.


    Pernyataan senada diucapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani. Ia menyatakan, pasien Covid-19 tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri harus mendapat pendampingan dan dukungan, terutama dari masyarakat sekitar.


    "Ini harus didampingi supaya masyarakat terpapar (COVID-19) menjadi bisa dan berani menghadapi penyakitnya. Kita libatkan semua potensi masyarakat sesuai dengan kemampuannya. Ini pernah dicoba di daerah saya dan berhasil," ucapnya.


    Menurut Ahyani, sosialisasi dan edukasi isolasi mandiri perlu ditingkatkan. Selain untuk mengatasi tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19, kepatuhan masyarakat terapkan protokol kesehatan pun mulai mengendur.


    "Setiap liburan panjang, selalu terjadi peningkatan pasien. Saat ini warga juga mulai abai terhadap risiko penularan. ini terlihat dari adanya aktivitas sosial seperti hajatan, perjalanan antar daerah yang kembali meningkat, dan juga kumpul-kumpul warga," katanya.


    "Kita harus melakukan komunikasi dengan warga tentang protokol keseahatan secara masif supaya mereka paham bahwa pandemi belum berakhir," tambahnya.


    Praktisi kesehatan dari Yayasan Wanadri dr. Tri Wahyu Murni menyatakan, isolasi mandiri dapat menjadi salah satu jawaban atas keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 yang terus meningkat. Ia juga menekankan bahwa pendampingan perlu dilakukan saat pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

     

    "Mau tidak mau harus menggerakkan masyarakat untuk isolasi mandiri. Tapi jangan dilepas, perlu pendampingan," ucap Tri. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Satpol PP Jabar Kembali Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
    Hasil Tes PCR, Doni Monardo Positif Covid-19
    Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat, Jabar akan Perpanjangan PPKM
    Mendikbud: Keinginan Daerah Membuka Pembelajaran Tatap Muka Masih Rendah
    Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Akan Perpanjang PPKM Hingga 8 Februari
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads