Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Ridwan Kamil Minta Cianjur Tingkatkan Pengetesan PCR  



    Ridwan Kamil Minta Cianjur Tingkatkan Pengetesan PCR   
    Ridwan Kamil bersama Herman Suherman (humas jabar)

    JuaraNews, Cianjur - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta kepada Gugus Tugas COVID-19 Kabupatan. Cianjur untuk meningkatkan pengetesan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

     

    Jika merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Ridwan Kamil, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur harus mengetes 10.ribu sampel dengan metode PCR. Saat ini, Kabupaten Cianjur baru mengetes sekitar 3 ribu sampel.

     

    "Saya apresiasi Cianjur masuk zona resiko rendah (kuning), bagaimana menjaga agar bertahan atau kasus tidak bertambah, kuncinya adalah testing," kata Kang Emil dalam Rapat Evaluasi dan Monitoring bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-9 Kabupaten Cianjuar di Pendopo Bupati Cianjur, Jumat (24/7/20).

     

    Berdasarkan kajian epidemilogi, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur didominasi oleh kasus impor (imported case). Maka itu, ia mengatakan, pengetesan masif perlu dilakukan di pintu-pintu masuk Kabupaten Cianjur dan destinasi wisata.

     

    "Tes yang didahulukan adalah pendatang karena hasil analisis ilmiah kami, kasus datang dari orang luar Jabar atau imported case. Maka, kalau Cianjur mau aman, harus melakukan test masif kepada pendatang. Saya yakin tiap akhir pekan banyak yang datang ke lokasi wisata Cianjur," ucapnya.

     

    Dalam rapat tersebut, ia menyatakan, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebab, kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas. Ia pun meminta Kabupaten Cianjur untuk mulai membuat level kewaspadaan tingkat kecamatan.

     

    "Syaratnya siapkan protokol di sekolah, jangan hanya masker. Tapi pakai pelindung muka juga karena virus bisa masuk lewat mata. Kapasitas kelas harus dikurangi minimal setengahnya," katanya.

     

    Terkait pelaksanaan Iduladha, ia merekomendasikan pembagian daging kurban kepada mustahik dilakukan secara door to door. Tujuannya menghindari potensi munculnya kerumunan. Karang Taruna dan PKK Kabupaten  Cianjur dapat terlibat dalam proses pembagian daging kurban.

     

    "Jual beli hewan kurban kalau bisa online, pakai besek dan jangan paksakan semua memotong di hari H karena sesuai syariat juga bisa hingga H+3 Iduladha," ucapnya.

     

    Ketua Gugus Tugas  Covid-19 Kabupaten, Herman Suherman, mengatakan, banyak kepala sekolah di daerah ini menyampaikan aspirasi agar pembelajaran tatap muka dilakukan. Namun, katanya, pembelajaran tatap muka harus dikaji dengan komprehensif, sebab, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap jadi prioritas.

     

    "Saya harus kaji dulu karena anak-anak harus betul-betul aman. Apalagi, SMA/SMK kewenangannya di pemerintah provinsi," katanya.(*)

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Asisten Stafsus Wapres Guntur Subagja Sebut 4 Hal Ini yang Bikin Media Online Menang hadapi Medsos
    Tinjau Banjir Bandang di Garut, Wagub Jabar Janji Segera PerbaikI Jembatan yang Putus
    Lahirkan Relawan Bencana yang Tangguh, Jabar Quick Response Gelar Pelatihan Water Rescue
    Pengurus AMSI Jabar Dilantik, Gelar Seminar Media Siber: Sehat Bisnisnya, Berkualitas Kontennya
    Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda menuju Indonesia Emas 2045
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads