Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Kota Bandung Masuk Zona Orange, Pengamat Sebut Pemerintah Lalai
    (Foto: Net) Ilustrasi Covid-19

    Kota Bandung Masuk Zona Orange, Pengamat Sebut Pemerintah Lalai

    JuaraNews, Bandung - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Pasundan Bandung Dede Ramdan menilai ada berbagai persoalan sehingga Kota Bandung masuk ke dalam wilayah orange penyebaran Covid-19 di Jabar.

     

    Personal tersebut, kata Deden adalah tidak adanya keputusan dari pemerintah Jawa Barat terkait pemberlakuan sanksi bagi masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

     

    Selain itu, Kejenuhan masyarakat terhadap Pemberlakuan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan juga adanya tekanan ekonomi di tengah pandemi.

     

    "Ada 3 faktor yang menyebabkan hal seperti ini terjadi, dan bahkan jika tidak segera di atasi tidak menutup kemungkinan bisa semakin memburuk tidak hanya di Kota Bandung melainkan di seluruh daerah di Jawa Barat," kata Deden saat dihubungi, Kamis (23/7/2020).

     

    Lebih lanjut, dia menjelaskan faktor-faktor pemicunya yang pertama belum adanya keputusan kongkrit dari pemerintah setempat untuk memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

     

    Kedua proses PSBB yang terbilang lama, memberikan kejenuhan tersendiri bagi masyarakat, sehingga ketika Adaptasi Kebiasaan Baru di berlakukan masyarakat berbondong bondong berupaya melepaskan kepenatan yang mengakibatkan semakin parahnya dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat

     

    "Meski demikian ada 3 cara yang sebenarnya bisa di lakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini sejak saat ini, diantaranya mulai dari menerbitkan Pergub yang akan di terapkan oleh Kabupaten/Kota terkait sanksi bagi masyarakat yang membandel tidak menjalankan protokol kesehatan, lalu mulai kembali menjalankan perekonomian secara bertahap," jelasnya.

     

    "Mendorong protokol kesehatan agar tidak menjadi tempat perkembangan baru virus, dan yang paling penting dorongan dari pemerintah untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan, dan bahayanya Covid 19 karena kita pun tidak tahu kapan pandemi ini berakhir," tambahnya.

     

    Deden berharap, Pemerintah bisa mengambil langkah tegas agar masyarakat bisa mengerti bahwa Covid-19 ini bukan sekedar ancaman biasa, melainkan musuh yang sangat mengancam bangsa.

     

    "Saya berharap ada keputusan kongkrit dari pemerintah untuk masalah ini terlebih kepada peraturan terkait sanksi, hal ini bukan semata mata memberikan efek jera kepada masyarakat, melainkan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa pandemi ini merupakan masalah kita bersama dan musuh yang sangat mengancam bangsa ini," pungkasnya. (*)

    Oleh: ridwan / rid

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Presiden Jokowi Saksikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Produk Bio Farma
    Gerakan Bermasker di  Masyarakat, Kolaborasi Multi Pihak Kunci Pencegahan   
    Penularan Ditekan hingga 90.  Butuh Dukungan Kolektif Kampanye Penggunaan Masker
    Curhat ke Jokowi Soal Penerima Bansos,Ridwan Kamil: Saya Sedih, Rakyat Jabar Tangannya Dibawah
    Joki Coklit Kembali Berulah, Kini PPDP Pilkada Serentak 2020 Jadi Sasaran
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads