Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Survei Kepuasan Publik, Popularitas Prabowo Terjungkal   
    (net) Prabowo Subianto

    Survei Kepuasan Publik, Popularitas Prabowo Terjungkal  

    JuaraNews, Bandung - Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei untuk melihat evaluasi kinerja kementerian.

     

    Salah satu yang menjadi sorotan hasil survei adalah Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang disebut popularitasnya kian terjungkal.

     

    Melalui hasil survei IPO periode 8-25 Juni 2020) dapat dilihat bahwa kepuasan publik terhadap kerja kementerian jauh lebih rendah. Pada pengukuran popularitas menteri di masa pandemi, Prabowo hanya mendapat penilaian 9.6 persen atau berada di urutan ke-13.

     

    Penilaian publik ini berdasarkan aktivitas menteri di masa pandemi Covid-19. Rendahnya penilaian terhadap Prabowo menandai jika publik merasa selama pandemi kontribusi atau peran menteri pertahanan ini rendah.

     

    Sementara menteri teratas dalam perolehan respon adalah mereka yang rerata memiliki kebijakan selama pandemik. Airlangga Hartarto dengan kebijakan kartu prakerja dinilai popular 48.3 persen,

     

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dengan kebijakan penundaan pilkada 44.6 persen, dan posisi ketiga Menteri Pariwisata, Wishnutama, dengan kebijakan penutupan pariwisata dengan 42.8%.

     

    "Menariknya, Tito Karnavian dalam survei IPO periode pertama kabinet dinilai publik sebagai menteri paling diragukan, dan terus membaik di survei 100 hari kinerja kabinet, hingga periode satu tahun kabinet semakin membuktikan jika ia berhasil meyakinkan publik," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangan persnya, Sabtu (4/7/2020).

     

    Perlu dicatat, popularitas menteri ini terdiri dari dua respon, yakni respons prestasi (positif) dan respons negatif. Sehingga, nama menteri dengan popularitas tinggi, belum tentu populer karena prestasi, bisa saja karena kebijakan yang justru dianggap negatif dan tidak disukai publik.

     

    "Kondisi Tito Karnavian berbanding terbalik dengan Prabowo, bahkan Erik Tohir, di awal penunjukkannya mendapat respons positif dan Presiden dianggap tepat memilih mereka. Kini setelah satu tahun berkhidmat, keduanya semakin memburuk di mata publik," paparnya. (*)

    Oleh: ridwan / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jaga Kesehatan! Pesan Doni Kepada Sukarelawan Penanganan Covid19
    Di Papua Cukup Menonjol, Kesembuhan Harian di Sejumlah Daerah Naik Pesat
    Warnet Covid-19 Hadir di Lembur Tohaga Lodaya Lingkar Selatan
    Gerakan Kebiasaan Bermasker Melalui Pendekatan Agama
    Pemerintah Umumkan Penyesuaian Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads