Juaranews, Jakarta – Nuansa hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Ketua PC ISNU Kabupaten Pidie, Tgk. Nanda Saputra, M.Pd., dengan Sekretaris Jenderal PP ISNU Pusat, Dr. Wardi Taufik, S.Ag., M.Si., di Kantor PP ISNU Pusat, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Nanda menyerahkan cenderamata penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dr. Wardi sebagai narasumber dalam Seminar Hari Santri Nasional 2025.
Penghargaan itu diberikan atas peran aktif Dr. Wardi Taufik dalam menyampaikan gagasan dan pandangannya pada seminar bertema “Teguhkan Peran Santri dalam Moderasi dan Toleransi di Era Artificial Intelligence” yang digelar PC ISNU Kabupaten Pidie secara daring pada 24–25 Oktober 2025 lalu.
Baca Juga: Nana Sudiana Jadi Narasumber Seminar Tantangan Kesejahteraan Jawa Barat
Seminar nasional tersebut menghadirkan berbagai tokoh akademisi, intelektual, dan penggerak organisasi untuk membahas tantangan sekaligus peluang yang dihadapi santri di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Di sela agenda organisasi dan silaturahmi di Jakarta, Tgk. Nanda Saputra menyempatkan diri menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Sekjen PP ISNU. Momen itu berlangsung akrab dan menjadi simbol kuatnya hubungan intelektual serta semangat kolaborasi antarstruktur organisasi ISNU.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi dan pemikiran yang telah disampaikan oleh Bapak Dr. Wardi Taufik dalam Seminar Hari Santri Nasional 2025. Gagasan beliau tentang penguatan moderasi dan toleransi di era Artificial Intelligence menjadi inspirasi penting bagi kalangan santri dan generasi muda,” ujar Tgk. Nanda Saputra.
Baca Juga: Polresta Bandung Buru Aktor Utama Perusakan Kebun Teh di Pangalengan
Menurutnya, pemikiran yang dibawa dalam seminar tersebut menjadi bekal penting bagi santri untuk tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Sementara itu, Dr. Wardi Taufik menyampaikan apresiasi kepada PC ISNU Kabupaten Pidie yang dinilai aktif menghadirkan ruang-ruang diskusi strategis dan intelektual bagi kalangan santri maupun akademisi.
Ia menilai, penguatan literasi digital, moderasi beragama, dan pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi tantangan besar yang harus dijawab generasi muda, khususnya para santri di era AI saat ini.
Seminar Hari Santri Nasional 2025 sendiri diharapkan mampu memperkuat posisi santri sebagai agen moderasi, penjaga toleransi, sekaligus pelopor pemanfaatan Artificial Intelligence yang produktif, bijak, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin serta semangat kebangsaan. (dsp)







